Backlog Rumah di Jateng 720 ribu unit, Pemprov Dorong Pembangunan Rumah Komunitas

PROPERTY INSIDE – Demi mengurangi backlog perumahan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pembangunan perumahan berbasis komunitas untuk warga yang membutuhkan rumah.

“Saat ini tercatat masih ada 720.000 backlog dari sisi kepemilikan dan 530.000 dari sisi kepenghunian yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jateng,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko di Semarang, Kamis (14/05).

Arief menjelaskan bahwa faktor utama masih tingginya angka backlog itu adalah faktor ekonomi. “Ini menjadi tantangan buat semua apakah akan diselesaikan seluruhnya dalam waktu dekat atau apakah perlu dilakukan prioritas,” ujarnya seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Baca juga: Proyek Properti Donald Trump & Hary Tanoe Diprediksi Mundur

Oleh karena itu, Pemprov Jateng mendorong penyediaan rumah untuk masyarakat Jawa Tengah dengan berbasis komunitas. Ia menyebut program ini akan mulai dilakukan pada 2020 ini, namun demikian hingga kini masih terkendala pandemi COVID-19.

Menurutnya pembangunan rumah tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga kalangan swasta dan masyarakat. “Yang kami bantu masyarakat miskin yang memiliki lahan dan mereka berkomitmen untuk melakukan pembangunan bersama. Nanti kami beri bantuan sosialnya berupa material,” katanya.

Terkait dengan itu, BNI Syariah mendukung pemerintah dalam Program Satu Juta Rumah dengan menyelenggarakan Program Tunjuk Rumah yang ditujukan bagi calon nasabah terutama generasi milenial yang ingin mempunyai rumah idaman yang sesuai keinginan. Kalangan milenial hanya perlu menunjuk salah satu rumah atau apartemen yang tersedia pada pihak pengembang yang sudah bekerja sama dengan BNI Syariah.

Baca juga: Banjir Gimmick di Program Ketupat Beruntung KPR BTN

Kelebihan Program Tunjuk Rumah dibandingkan dengan program lain yaitu adanya harga spesial atau tarif khusus, cicilan tetap sampai akhir cicilan, serta kemudahan lainnya yaitu bebas biaya administrasi, bebas biaya KPR, bebas biaya transaksi, dan bebas denda.

Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi berharap Program Tunjuk Rumah ini dapat mempermudah calon nasabah terutama kalangan milenial dalam memiliki rumah serta dapat meningkatkan kinerja pembiayaan terutama BNI Griya iB Hasanah.

Program Tunjuk Rumah 2020 diluncurkan pada 20 Januari 2020 dan berjalan hingga 30 Juni 2020 dengan target karyawan perusahaan yang mempunyai “fix income”. Untuk saat ini ada sekitar 1.000 pengembang perumahan aktif yang bekerja sama dengan BNI Syariah dan hingga 9 April 2020, perolehan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah melalui Program Tunjuk Rumah mencapai Rp766,7 miliar.

Share this news.

Leave a Reply