Jelang New Normal, MRT Jakarta Kampanyekan Jakarta Bangkit

By 28 May 2020News

PROPERTY INSIDE – Memasuki fase pemulihan kenormalan baru (new normal), PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan dan mengenalkan kampanye #JAKARTABANGKIT.

Kampanye ini mendorong penerapan budaya Bersih, Aman, Nyaman, Green, Kolaborasi, Inovasi, dan Tata Kelola yang Baik.

Hal tersebut dikenalkan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar dalam wawancara dengan salah satu media televisi pada Rabu (27-5) lalu.

Baca juga: Jika Mal Kembali Dibuka, Grand Indonesia Siapkan Protokol New Normal

“PT MRT Jakarta (Perseroda) memperkenalkan satu sistem protokol yang kita sebut BANGKIT. “Protokol-protokol itu akan kita terapkan. Bersih maksudnya soal hygiene.  Di transportasi publik misalnya kereta yang dibersihkan tiga kali sehari lalu menyiapkan penyanitasi tangan di setiap stasiun,” jelasnya.

Sedangkan  Aman maksudnya menyiapkan tes temperatur tubuh serta edukasi tanpa henti di stasiun dan kereta. Nyaman merupakan hal paling penting karena memastikan pembatasan sosial.

Sehingga menurut William, pengguna jasa harus merasa bahwa tidak akan terpapar virus COVID-19 bila menggunakan MRT Jakarta.

Baca juga: Ini Daftar 60 Mal Di Jakarta Yang Buka Pada 5 Juni Mendatang

“Setiap kereta maksimal diisi oleh 60 orang dan kita akan siapkan marka (penanda) di stasiun dan di dalam kereta bagaimana melakukan antrean,” imbuhnya lagi.

William juga menambahkan bahwa faktor ramah lingkungan adalah aspek kampanye berikutnya. “Green, maksudnya adalah walaupun sekarang orang menghindari transportasi publik, kita tetap ingin mendorong masyarakat untuk kembali ke transportasi publik agar mengurangi jejak karbon,” tegasnya.

Untuk itu MRT Jakarta akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, “MRT Jakarta tidak bisa melakukan ini sendiri. Selain petugas, kami juga mengajak pengguna jasa dan pengelola gedung-gedung sepanjang jalur MRT Jakarta,” imbuhnya.

Baca juga: Apersi Banten Peduli, Bantu Warga Terdampak Covid-19 Dan Anak Yatim

MRT Jakarta akan mendorrong waktu kerja yang fleksibel (flexible working hours) sehingga penumpukan penumpang tidak terjadi di jam sibuk biasanya yaitu pukul 7—9 atau 17.00—19.00. Sehingga tidak terjadi penumpukan dan kepadatan penumpang.

Selain itu, MRT Jakarta (Perseroda) akan mendorong inovasi melalui berbagai teknologi seperti pembayaran nontunai atau penggunaan kode QR dalam melakukan pengetapan di pintu penumpang (passenger gate).

PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menerapkan komponen-komponen tersebut di atas seperti pembatasan jumlah penumpang per kereta, penyesuaian jadwal layanan, dan pengetatan protokol kesehatan. Hal tersebut akan terus dilaksanakan selama fase kenormalan baru dan adaptasi terhadap virus Covid-19.

Share this news.

Leave a Reply