Dukung Pariwisata, Konstruksi Pembangunan Infrastruktur pada 5 KSPN Terus Berjalan

PROPERTY INSIDE – Untuk mendukung produktivitas di sektor pariwisata pada tatanan normal baru atau new normal, di tengah Pandemi COVID-19 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyelesaikan pekerjaan infrastruktur di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas.

Lima KSPN tersebut, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado – Likupang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi COVID-19, Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata.

Baca juga: Ekonomi Lesu, REI: Pemerintah Harus Gerakan Industri Properti

“Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN yang dihentikan,” imbuhnya.

Untuk tahun 2020 anggaran sebesar Rp 4,19 triliun dialokasikan untuk 190 kegiatan, yaitu Danau Toba 70 kegiatan senilai Rp 1,38 triliun, Borobudur 32 kegiatan senilai Rp 1 triliun.

Kemudian Mandalika 21 kegiatan senilai Rp 600 miliar, Labuan Bajo 42 kegiatan senilai Rp 870 miliar dan Manado – Likupang 25 kegiatan senilai Rp 320 miliar. 33% dari 190 kegiatan sudah dimulai konstruksi fisiknya setara dengan Rp 1,47 triliun.

Baca juga: Jelang Normal Baru, Kemenhub Siapkan Aturan Transportasi Jalan

Sementara kegiatan swakelola berjalan mencapai 19% senilai Rp 1,32 triliun untuk pembebasan lahan dan rumah swadaya. Sedangkan proses lelang berjalan mencapai 48% senilai Rp 1,39 triliun.

Di samping itu, berkaitan dengan Pandemi COVID-19 terdapat beberapa masukan Standar Protokol Keamanan dan Keselamatan Terpadu di destinasi pariwisata, antara lain penyediaan toilet dengan kualitas bintang 4 untuk KSPN Labuan Bajo dan Borobudur yang premium serta bintang 3 untuk KSPN lainnya.

Kemudian penyediaan fasilitas cuci tangan di area- area pedestrian dan destinasi wisata (pasar/UMKM/area souvenir), pelayanan bagi difabel, jaringan dan alat komunikasi, serta dukungan peralatan serta alat transportasi yang baik dan siap digunakan untuk antisipasi kondisi darurat dan bencana.

Baca juga: Airlangga: Belum Ada Rencana Pembukaan Mal Di Jakarta Pada 5 Juni

Dalam mendukung produktivitas di sektor pariwisata pada tatanan normal baru, Kementerian PUPR menekankan beberapa hal.

Pertama kawasan pariwisata perlu “dihantarkan” dengan tetenger dan koridor yang baik, seperti jalan, trotoar, pagar, pepohonan endemik/lokal dengan tajuk misal trembesi di Borobudur dan Mandalika, bougenville, flamboyan dan sakura NTT di Labuan Bajo.

Kedua, fasilitas homestay dengan desain rumah adat termasuk pagar rumah di sepanjang koridor utama menuju destinasi wisata.

Baca juga: Hippindo Minta Tidak Ada Perbedaan Kebijakan Di Sektor Ritel

Ketiga, menjadikan KSPN Labuan Bajo sebagai good practice bila berhasil dalam penataan jalan dan trotoar sebagai kawasan pedestrian dengan kualitas premium, dimana seluruh kabel utilitas dimasukkan ke bawah tanah.

Selama Pandemi COVID-19 kegiatan di 5 KSPN dilaksanakan sesuai protokol pencegahan COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan serta Inmen PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Share this news.

Leave a Reply