Pasa Ateh Bukittinggi Diresmikan Secara Virtual

PROPERTY INSIDE – Secara virtual pada kamis (18/6), melalui telekonfrence Pasa Ateh Bukittinggi, Sumatera Barat diresmkikan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Witempo.

Kementerian PUPR melakukan rekontruksi dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis, tidak kumuh.

Menurut Wamen PUPR, pasar merupakan ujung tombak aktivitas perdagangan dan sekaligus penggerak ekonomi rakyat. Pasa Ateh memiliki peranan yang penting bagi perekonomian masyarakat Kota Bukittinggi.

Baca juga: Pariwisata Bali Jadi Andalan, Perhatikan Protokol Kesehatan

“Selain itu Pasa Ateh juga memiliki nilai sejarah karena Bukittinggi pernah menjadi Ibu Kota Sementara Republik Indonesia,” ucap Wamen Wempi.

Sebelumnya, kondisi sarana dan prasarana Pasa Ateh Bukittinggi ini kurang optimal dan mengalami 4 kali kebakaran. Kebakaran terakhir yang menghanguskan ratusan kios di dalamnya terjadi pada Oktober 2017. Rekontruksi Pasa Ateh diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2018.

Sementara Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  atas bantuan pembangunan fasilitas di Kota Bukittinggi.

Baca juga: Jabodetabek – Punjur, Digagas Menjadi Kawasan Terbesar Kedua Setelah Tokyo

Ramlan mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi beserta seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR yang telah membangun kembali Pasa Ateh.

“Setelah proses peresmian ini kami  akan langsung memproses kontrak dengan penyewa dan melakukan loting untuk menentukan tempat masing-masing,” ucap Ramlan.

Ramlan mengatakan, kembali beroperasinya Pasa Ateh ini akan memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian Bukittinggi karena Pas Ateh ini adalah salah satu magnet yang menarik wisatawan.

Baca juga: Tapera, “Pending Issues” Tanpa Suara Publik

Pasa Ateh bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga destinasi wisata belanja yang berlokasi strategis di jantung kota dan langsung berhadapan dengan Kawasan Jam Gadang.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berpesan agar para pedagang dan masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan pasar ini.

“Pasa Ateh memiliki nilai wisata yang tinggi bersama Jam Gadang menjadi ikon Kota Bukittinggi. Saya harap kebersihannya dapat tetap dijaga agar wisatawan betah,” kata Irwan.

Share this news.

Leave a Reply