PROPERTY INSIDE – Agung Podomoro Group Agung sebulan lalu meluncurkan proyek baru bernama Kota Podomoro Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Pemasaran tahap proyek seluas 700 hektar milih perusahaan properti papan atas ini menawarkan harga rumah terjangkau, Rp200 jutaan.
Alhasil, sejak diluncurkan sebulan lalu nomor urut pemesanan (NUP) sudah mencapai 1.000. Zaldy Wihardja, Residential Department Head Agung Podomoro Group mengatakan bahwa pada tahap perdana ini Kota Podomoro Tenjo menawarkan sebanyak 1.500 unit rumah.
Baca juga: Marketing Sales Jauh Dari Target, Metland Tunda Proyek Baru
Dan tingginya minat masyarakat ini menurut Zaldy karena Kota Podomoro Tenjo sangat spesial dalam konsep pengembangannya. “Kita tawarkan sesuatu yang berbeda dan belum ada di proyek lain. Yang spesial itu pertama adalah konsep green belt yang menyatukan hunian dengan berbagai fasilitas-fasilitas,” tegasnya.
Zaldy mejelaskan bahwa green belt memiliki panjang 4 kilometer dengan lebar hingga 10 meter. Konsepnya menghubungkan kawasan TOD (transit oriented development) yakni Stasiun Commuterline Tigaraksa, hunian, area komersial, danau dan fasilitas lainnya.
Baca juga: APARTEMEN BERKONSEP AEROCITY PERTAMA DI INDONESIA | GRAND ANILA APARTEMEN
Green belt ini akan menjadi area yang nyaman untuk jogging dan lainnya. Menariknya, green belt ini tidak berada di pinggir jalan dan akan dipayungi oleh pepohonan yang hijau. Fungsi kawasan ini nantinya akan menjadi paru-paru Kota Podomoro Tenjo.
Hal spesial yang lainnya berupa fasilitas club house yang sangat komplit untuk beraktifitas warga dan untuk semua usia. Mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia.
Baca juga: Sinar Mas Land Lansir Rumah Multifungsi Seharga Rp 1,4 Miliar
“Di dalamnya ada private cinema, games room, multi function room, kolam renang, lounge hingga co working space,” tegas Zaldy yang menerangkan bahwa club house jumlahnya ada beberapa dengan konsep berbeda-beda.
Zaldy menegaskan bahwa hal spesial inilah yang dijadikan salah satu kelebihan Kota Podomoro Tenjo selain harganya yang murah dan uang muka yang juga murah. “Uang muka kita hanya Rp10 juta,” imbuhnya.
Lebih lanjut Zaldy menegaskan bahwa kehadiran Kota Podomoro Tenjo dapat menciptakan multiplier effect ekonomi secara luas sehingga mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.









