PROPERTY INSIDE – Pandemi Covid -19 yang masih berlangsung tak dipungkiri membuat capaian pembangunan rumah subsidi dalam Program Sejuta Rumah (PSR) terkendala.
Realisasi PSR per 16 November 2020 hanya 667.554 unit rumah, yang terdiri dari 75% rumah untuk masyarakat berpenghasilan renda (MBR), dan 25% rumah non-MBR (komersial).
Saat membuka Rapat Kerja Nasional Real Estate Indonesia (REI) Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan, rencana capaian REI untuk membangun 239.109 unit rumah MBR mungkin juga belum mencapai target.
Baca juga: Rumah Rakyat, Wapres Puji Konsistensi REI
Menurut wapres, kondisi ini menyadarkan semua pihak terutama pemerintah untuk terus memfasilitasi penyediaan perumahan rakyat.
Menurutnya, pemerintah sudah memberikan perhatian khusus kepada sektor perumahan di APBN 2021, dimana telah dialokasikan pembiayaan perumahan sebesar Rp 30 triliun.
Antara lain untuk membiayai skema subsidi selisih bunga (SSB), bantuan uang muka, bantuan PSU, pembangunan rumah umum dan rumah susun, peningkatan kualitas perumahan swadaya dan pembiayaan KPR FLPP sebesar Rp 16,6 triliun untuk 157.500 unit rumah.
Baca juga: BP3, Kemana Air Hendak Cepat Mengalir? (I)
Wapres mengatakan, dirinya beberapa waktu lalu bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan beberapa menteri terkait lainnya juga sudah membahas beberapa langkah kebijakan untuk memacu pertumbuhan dan pemulihan sektor properti.
Saat ini sedang dikaji skema subsidi dan intervensi yang lebih tepat termasuk antara lain penggunaan sisa anggaran untuk skema SSB dan penggunaan tanah-tanah negara untuk pembangunan perumahan MBR, serta penggunaan Tapera dan skema pembiayaan lain.








