Bisnis Ritel Tunjukkan Tanda-tanda Positif

By 7 December 2020Retail

PROPERTY INSIDE – Daya beli masyarakat masih belum pulih akibat terimbas pandemi covid-19, namun pengusaha yakin bakal ada peningkatan Indeks Penjualan Riil (IPR) di akhir tahun ini.

Untuk itu, para pengusaha khususnya di industri ritel tanah air harus bekerja keras meningkatkan omset penjualannya meski hal itu bukanlah perkara gampang, mengingat daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey berharap ada peningkatan positif pada omset penjualan di sektor ritel tersebut.

Baca juga: Gucii 1, Apartemen Low Rise Dengan Harga Terjangkau

“Kuartal IV-2020 diharapkan IPR mudah-mudahan berkontraksi dari minus ke positif 0,5 sampe 1,” kata Roy seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (07/12).

Angka tersebut masih bisa dikejar jika melihat momen akhir tahun. Bukan tidak mungkin pertumbuhannya bisa sedikit demi sedikit menjadi lebih baik.

“Kuartal IV berharap daripada kuartal sebelumnya. Indeks penjualan real di kuartal kedua ketiga sangat terpuruk, nggak lebih dari -10, -9 dan bergerak di angka tersebut walau ada kontraksi positif.”

Baca juga:  The Sanctuary Collection, Pemasaran Tahap 2 Capai 70%

“Kuartal IV dengan demand lebih baik ada optimisme vaksin kemudian daya beli yang didorong kebijakan fiskal dan moneter berkelanjutan,” sebut Roy.

Sebagai gambaran, pada September 2020, penjualan ritel yang dicerminkan dari Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh negatif 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Hal ini membaik dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya yang -9,2% YoY.

Share this news.

Leave a Reply