Jepang & Australia Dominasi Peringkat Termahal Pasar Fit-Out Perkantoran Asia Pasifik

By 14 December 2020International

PROPERTY INSIDE – Kota di Jepang dan Australia terus mendominasi daftar Peringkat 10 Teratas lokasi termahal fit-out kantor di Asia Pasifik, menurut Panduan Biaya Fit-out Kantor Asia Pasifik Cushman & Wakefield 2020-2021. Tokyo, Osaka, Nagoya, dan Sydney menduduki peringkat teratas, sementara Melbourne naik empat peringkat ke posisi ke-5 di tahun ini.

Asia Pasifik diprediksi untuk pulih dari keterpurukan pandemi lebih cepat dibandingkan daerah lain di seluruh dunia, dan berada dalam posisi yang baik untuk kembali pada pertumbuhan ekonomi yang kuat di akhir 2020.

Baca juga: UResort, Raih Penghargaan FIABCI Indonesia – REI EXCELLENCE Award 2020

Walaupun kondisi fundamental jangka panjang wilayah Asia Pasifik tidak terdampak oleh pandemi, resesi yang berlangsung singkat namun tajam masih akan terus menggema dan mempengaruhi proses pengambilan keputusan perusahaan hingga masa depan. Dengan begitu, tren yang semula membutuhkan beberapa tahun untuk membuahkan hasil, kini sedang dipercepat.

“Sebagai dampak dari pandemi global, kenaikan biaya fit-out yang terlihat di beberapa tahun belakangan telah berbalik di kebanyakan pasar di seluruh Asia Pasifik. Tren ini terlihat dapat menetap, selama perusahaan pengguna gedung masih menaksir anggaran pengeluaran untuk aset (capital expenditure) mereka dan kebutuhan ruang perkantoran (footprint) perusahaan,” tutur Tom Gibson, Head of Project & Development Services Cushman & Wakefield Asia Pacific.

Dalam keterangan resminya, Senin (14/12) Cushman & Wakefield melaporkan proyeksi peningkatan integrasi keahlian strategi tempat kerja (workplace strategy) pada tahapan awal proses desain dan fit-out.

Baca juga: Gucii 1, Apartemen Low Rise Dengan Harga Terjangkau

Dengan lifestyle dan preferensi bekerja yang berkembang sejak masa pandemi, perusahaan sangat berfokus untuk menyetarakan kebutuhan ruang mereka dengan strategi kantor yang efisien dan kebijakan sumber daya manusia, demi memenuhi tujuan bisnis korporasi dan finansial perusahaan.

Tren desain baru yang berfokus pada “teknologi nirsentuh” dan ruang kolaboratif Fokus pada kesehatan dan keamanan terus berlangsung secara intensif, membawa adopsi yang lebih besar dari penggunaan teknologi nirsentuh, peningkatan Heating, Ventilation, dan Air Conditioning (HVAC) dan praktik pembersihan smart cleaning.

Kondisi pandemi yang mengharuskan pegawai untuk bekerja dari rumah telah menunjukkan bahwa produktivitas masih dapat terjaga, namun dengan mengorbankan koneksi personal dengan kolega dan budaya perusahaan.

Baca juga: Proyek Terbaru Crown Group Di Melbourne Dikelilingi Infrastruktur Penting

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai luasan optimal dan komposisi ruang perkantoran perusahaan, sekaligus menyoroti kebutuhan investasi pada IT dan teknologi audio-visual untuk kerja tim kolaboratif. Seluruh faktor ini menjadi pertimbangan penting di saat perusahaan sangat menjaga fokus pengeluaran mereka.

Gibson juga menyampaikan bahwa solusi kantor adalah dengan menekankan pada kolaborasi strategis antara finansial perusahaan, sumber daya manusia, real estat korporat, dan strategi tempat kerja. Perusahaan perlu mengelola berbagai macam ketidakpastian, dan sebagai hasilnya, perusahaan memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi terhadap informasi.

“Peran dari manajer proyek tetap penting dalam solusi ini, dengan membawa wawasan data kepada klien, dan menunjukkan mereka pada praktik terbaik dalam fase “new normal” dan membantu dalam pembuatan solusi yang menyeluruh,” pungkas dia.

Share this article:

Leave a Reply