Perkembangan Arsitektur Masa Kristen Awal & Masa Bizantium (Serie Arsitektur Abad Pertengahan – Part 1)

By 11 January 2021Architecture

PROPERTY INSIDE – Tren yang terus berkembang pada dunia arsitektur dan interior menciptakan banyak sekali ragam desain yang mampu mencirikan bangunan dari setiap masa. Arsitektur masa sebelumnya diadopsi dan berlanjut hingga ke abad pertengahan.

Pada abad ini masyarakat mulai mengenal adanya pengaruh suku, agama, militer dan sipil, sehingga berdampak pada perkayaan bentuk dan fungsi bangunan. Abad mediaves disebut-sebut sebagai masa kejayaan dan perkembangan desain yang cukup pesat di benua Eropa dengan dimulainya kebangkitan religi setelah Kerajaan Romawi Barat runtuh dan digantikan oleh Kerajaan Romawi Timur yang berkedudukan di Konstantinopel.

Palaeochristian Architecture__

Palaeochristian Architecture

Masa Kristen Awal

Perkembangan arsitektur dimulai pada tahun 313 M ketika Kristen menajdi agama yang legal oleh Kaisar Konstantin dengan meluluskan Edict of Toleration yang memungkinkan penyebarluasan Kristen. Sehingga mulai dari kegiatan pemerintahan, ilmu pengetahuan, seni hingga arsitektur abad pertengahan dipengaruhi oleh kepercayaan Kristen dan dimanfaatkan untuk kepentingan religi.

Pada awalnya tempat peribadatan berupa gereja-gereja dibuat menggunakan desain yang disebut dengan Basilika. Merupakan bangunan arsitektur peninggalan Romawi kuno yang ketika itu berfungsi sebagai pengadilan.

Bentuk dasar denah Basilika adalah segaris “linier” yang berbasis pada tiga ruang yaitu tengah “nave” dan diapit oleh kedua sisi “aisles” serta dipisahkan oleh kolom-kolom. Sehingga dapat disimpulkan bahwa awal arsitektur Kristen adalah perakitan arsitektur Romawi.

Baca juga: Keren, Lapangan Tenis Vertikal Pertama Di Dunia Ini Dipasangi Fasad Elektronik Streaming

Hagia Sophia - icon bizantium_

Hagia Sophia, icon Bizantium.

Masa Bizantium

Berkembang saat kekaisaran Romawi mulai runtuh. Ada tiga aspek kehidupan orang Bizantium yang menonjol, yaitu keagamaan, kerajaan, dan pertunjukkan.

Sehingga kehidupan kota pun dikelilingi oleh 3 bangunan penting sesuai aspek kehidupan orang Bizantium, yaitu kelompok gedung Hypodrum (Pertunjukkan: Rakyat), Istana Suci Kekaisaran (Kerajaan: Kaisar), dan Hagia Sophia (Keagamaan: Tuhan).

Masa keemasan Bizantium berada di bawah kekuasaan Kaisar Justian (527-565 M) yang pada masanya Hagia Sophia dikenal sebagai ikon arsitektur Bizantium dan menjadi acuan bangunan lain.

Arsitektur Bizantium dibuat dengan lantai marmer dan dinding berbahan batu atau bata. Interiornya kaya akan mosaik brilian dan penuh warna yang menghiasi dinding, langit-langit, serta kubah bangunan. Biru dan emas mendominasi mosaik, menggambarkan adegan terkenal dan tokoh-tokoh dari Injil Kristen.

Baca juga: Rancangan Gedung Ini Seperti Menyatu Dengan Pohon

Mosaik terbuat dari kubus-kubus kecil berbahan marmer atau kaca yang direkatkan pada lapisan semen. Pemilihan warna, pembuatan mosaik serta lukisan dinding menjadikan interior bizantium terkesan megah dan serba mewah.

Sedangkan pada kolom-kolom bangunan dipenuhi oleh ornamen monogram (inisial) kaisar/penguasa yang dipahat pada capital kolom. Tidak terdapat bentukan manusia di sculpture Bizantium. Unsur dekoratif atau hiasan bangunan hanya berbentuk gulungan, lingkaran dan bentuk geometris lain/bentuk daun dan bunga.

Fitur lain yang penting pada bangunan Bizantium adalah kubah. Pada Hagia Sophia, interior lengkungan pendukung kubah dihiasi dengan mosaik enam malaikat bersayap yang disebut Hexapterygon.

Share this article:

Leave a Reply