Stimulus Pemerintah Dorong Minat Masyarakat Beli Apartemen

By 26 February 2021Property News

PROPERTY INSIDE – Sebagai kebutuhan pokok manusia (papan), permintaan akan properti, baik hunian (rumah) maupun ruang usaha (ruko) dari masa ke masa akan selalu meningkat.

Kalau pun terjadi pelambatan akibat menurunnya daya beli masyarakat yang disebabkan  krisis ekonomi, itu hanya bersifat penundaan pembelian. Di saat perekonomian membaik pasar properti pasti bertumbuh lebih cepat.

Terbukti di masa pandemi Covid-19 (2020), Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengakui pasar properti tumbuh 8% dibanding 2019. Dan di 2021 Indonesia Property Watch (IPW) memprediksi kenaikkan penjualan properti bisa mencapai 10% – 15%.

Baca juga: Terbitkan Perpres BP3, Pemerintah Ingin Percepat Penyediaan Perumahan Rakyat

Hal ini tidak terlepas dari berangsur pulihnya psikologi pasar dengan adanya vaksinasi nasional Covid-19. Apalagi sejumlah insentif dan stimulus melalui keringanan suku bunga dan pajak sudah diberikan.

Bahkan baru-baru ini Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan relaksasi terkait rasio loan to value/financing to value atau LTV/FTV untuk kredit pembiayaan properti menjadi maksimal 100 persen. Ini semua akan bergairahkan pasar properti di semua sub sektor.

Baca juga: Vaksinasi, Dorong Pemulihan Ekonomi Dan Pasar Apartemen Mulai Bergerak

Menurut Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group, dari sisi moneter pemerintah melalui Bank Indonesia terus melakukan koreksi menurunkan suku bunga Bank Indonesia. Karena itu ia yakin, di tahun 2021 industri properti akan bergerak seperti sebelum pandemi.

Andreas mencontohkan, produk-produk yang memiliki lokasi strategis dan memiliki konekvitas dengan infrastruktur dan moda transportasi lebih diminati konsumen. “Dekat dengan jalan tol, dekat dengan moda transportasi seperti LRT, MRT, Busway dan lainnya akan memudahkan beraktifitas,” tegasnya.

Baca juga: Royal Heights, Beri Cashback Di Atas Bunga Deposito Selama Pembangunan

Selain itu, kondisi pasar yang masih hati-hati dalam mengeluarkan dananya akan membuat konsumen selektif mengeluarkan uangnya. Namun tuntutan untuk memiliki tempat tinggal tetap tinggi, apalagi segmen milenial.

“Prilaku pasar ini pun disadari oleh developer dengan meluncurkan proyek hunian dengan harga terjangkau yang menyasar kaum milenial, sehingga mereka pun akan dimanjakan dengan tawaran harga dan promosi pembayaran yang memudahkan,” tegas Raditya.

Share this news.

Leave a Reply