Vaksinasi, Dorong Pemulihan Ekonomi dan Pasar Apartemen Mulai Bergerak

By 29 January 2021Property News

PROPERTY INSIDE – Penyuntikan  vaksin Covid-19 sudah dilakukan dan terus berjalan diiringi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran pandemi yang diyakini akan menjadi pemulihan ekonomi pada tahun 2021 ini.

Pelaku bisnis meyakini hal ini akan menjadi pemicu pemulihan ekonomi ke arah yang lebih baik. Selain itu implementasi UU Omnibus Law juga akan menjadi rangkaian pendorong utama yang akan bisa memperkuat daya beli, meningkatkan kepercayaan maupun confident pasar.

Sehingga mendorong peluang investasi yang lebih baik di sektor properti. Diharapkan ini semua sektor properti akan kembali bergerak mulus seperti sebelumnya. Tak dipungkiri, pemerintah dengan sekuat tenaga menjaga ritme ekonomi agar tak terperosok jauh ke dalam.

Baca juga: Awali Tahun 2021, Citraland Cibubur Luncurkan Cluster Monterrey, Rumah 2 Lantai Harga Mulai Rp600 Jutaan

Pemerintah memberikan sejumlah insentif dan stimulus melalui keringanan suku bunga dan pajak. Peran dorongan pemerintah dan optimisme pelaku industri properti menjadi salah satu kunci bagi kembalinya sektor properti ke track sebelumnya.

Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group menegaskan, sebelumnya pemerintah melalui sisi moneter (Bank Indonesia) kembali menurunkan suku bunga Bank Indonesia. “Sejak November tahun lalu hingga kini suku bunga dipertahan di angka 3,75%.

Bank Indonesia melakukan hal ini sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” tegas Andreas yang meyakini penurunan suku bunga perbankan dan perbaikan aktivitas perekonomian diharapkan akan mulai mendorong permintaan kredit.

Baca juga: Sukses Dengan Tanglin Parc, Sanctuary Collection Pasarkan Newton Spring

“Selain itu dengan menjaga suku bunga, pemerintah berusaha menekan inflasi dan juga menguatkan nilai tukar rupiah,” jelas Andreas.

Ia meyakini pada awal tahun ini industri properti akan bergerak seperti sebelum pandemi. Menurutnya produk-produk yang memiliki lokasi strategis dan memiliki konekvitas dengan infrastruktur dan moda transportasi lebih diminati konsumen.

“Dekat dengan jalan tol, dekat dengan moda transportasi seperti LRT, MRT, Busway dan lainnya akan memudahkan beraktifitas,” tegasnya.

Baca juga: Royal Heights, Beri Cashback Di Atas Bunga Deposito Selama Pembangunan

Selain itu, kondisi pasar yang masih hati-hati dalam mengeluarkan dananya akan membuat konsumen selektif mengeluarkan uangnya. Namun tuntutan untuk memiliki tempat tinggal tetap tinggi, apalagi untuk segmen milenial.

Bahkan untuk mendorong pasar lebih bergairah, Andreas yakin setiap developer akan memberikan penawaran menarik yang memudahkan konsumen. Pasar yang terbagi dua, end user dan investor akan memanfaatkan tawaran menarik dari developer.

Tentunya, yang memudahkan dan menguntungkan dengan produk yang memiliki nilai lebih yang akan dimakan konsumen. “Prilaku pasar ini pun disadari oleh developer dengan meluncurkan proyek apartemen dengan harga terjangkau. Seperti di Jakarta seperti kita (Ciputra Group) menawarkan apartemen harga Rp300 jutaan. Produk sejenis dengan harga tersebut sudah tak bisa ditemui lagi di Jakarta,” tegas Andreas.

Baca juga: RUMAH RESORT MEWAH PALING HAPPENING 2020 | THE SANCTUARY COLLECTION

Apartemen yang dimaksud adalah Citra Landmark yang berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur,  merupakan hunian kaum urban yang didirikan di atas lahan seluas 7 hektare di Ciracas. Di  kawasan tersebut akan dibangun 11 tower apartemen, serta berbagai fasilitas pendukungnya.

Radit mengatakan, hunian vertikal ini sangat cocok dengan konsumen yang secara finansial terbatas, memiliki dana mulai dari Rp300 jutaan tetapi menginginkan tetap tinggal di Jakarta. Cari hunian dengan harga Rp300 jutaan di Jakarta saat  ini sudah sangat sulit.

Baca juga: REVIEW RUMAH SULTAN SENTUL | THE SANCTUARY COLLECTION

“Citra Landmark mengisi segmen itu yang punya dana terbatas tapi ingin tinggal di Jakarta. Dengan alasan utama dekat dari tempat kerja atau bisnis mereka, serta tidak ingin membuang banyak waktu di perjalanan,” tuturnya.

Dengan harga Rp300 jutaan, Citra Landmark, kata Raditya, menyasar lebih banyak end user, Sementara investor melihat prospeknya, jangka pendek hingga panjang tetap dapat diakomodasi. Proyek apartemen ini memberikan kemudahan pembelian, seperti cara bayar yang menarik dan lainnya akan mendapat respon positif.

Share this article:

Leave a Reply