Mausoleum OG Khouw, Makam Paling Mewah di Jakarta Bergaya Arsitektur Campuran

By 21 October 2021Architecture

PROPERTY INSIDE – Salah satu makam paling mewah di masa Batavia, atau bahkan hingga masa Jakarta Raya saat ini adalah Mausoleum OG Khouw. Makam seorang tuan tanah keturunan Tionghua yang  menggunakan gaya arsitektur beraliran romantisisme, dengan pengaruh neoklasik, art deco, serta renaissance.

O.G. Khouw merupakan generasi Tionghoa keempat. Kakek buyutnya datang ke Pulau Jawa sekitar 1769 atau 1770. Leluhurnya itu berasal dari Provinsi Fujian di Kota Longxi. OG Khouw mendapat pendidikan Belanda sejak kecil. Ia adalah bagian generasi pertama Tionghoa Peranakan yang menerima pendidikan serta berbahasa Belanda.

Mulai dari akhir abad ke-19, O. G. Khouw lebih banyak menghabiskan waktunya antara Amsterdam, daerah Riviera di Prancis dan Switzerland. Khouw wafat di Ragaz, Switzerland pada tahun 1927, dan meninggalkan isterinya Lim Sha Nio. Isterinya membangun mausoleum import batu granit hitam, kristal marmer dari Italia dengan patung-patung.

Pembangunan mausoleum ini melibatkan biro jasa arsitek Ai Marmi Italiani yang dipimpin oleh Arsitek G.Racina. Mausoleum ini dibangun setinggi 15 meter dan memakan waktu 2 tahun. Istrinya menuliskan tulisan di batu nisan dipersembahkan untuk suaminya O. G. Khouw.

Meski dirancang oleh arsitek Itali tapi gaya arsitektur mausoleum ini masih kental terpengaruh kebudayaan etnis Tionghoa lewat penerapan teori Fengshui makam, dan elemen pembentuk ruang di lantai I mausoleum.

Mausoleum Khouw menggabungkan struktur oktagon berlengkungan dengan pilar klasik. Delapan pilar dipasang pada sisi luar bundaran lengkungan. Pilar itu mengikuti ordo klasik Toskana, yang halus tanpa hiasan garis vertikal. Semua badan tiang memiliki kepala yang bertakhtakan hiasan dari ordo klasik Korintus. Kepala tiang itu menggabungkan ornamen motif daunan dan ukiran melingkar.

Konsep ini membentuk konstruksi segi delapan yang terbuka dengan delapan pintu besar. Di atas setiap pintu terdapat sebuah pediment, yaitu ornamen mahkota pada fasad, yang juga merupakan elemen dari repertoar arsitektur Yunani-Romawi.

Pada bagian tengah terdapat ukiran bernuansa hieroglif Mesir Kuno. Di samping itu ada bentuk ‘tiga tahap’ yang berkarakter gaya Art Deco yang muncul pada daun pintu, dan pada dasar kubah.

Biaya membangun mausoleum ini pun luar biasa. Menurut koran Utrechtsch Nieuwsblad 24 September 1932 yaitu biaya sebesar f. 500.000, kurs pada waktu itu kira-kira US$250.000. Menurut surat kabar Sin Po, mausoleum ini bahkan lebih mewah dan mahal dari makam milyader Amerika saat itu yaitu John D. Rockefeller.

Share this article:

Leave a Reply