PROPERTY INSIDE – Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN berencana membangun destinasi wisata atraksi seperti Dunia Fantasi atau Dufan di Jakarta. Destinasi wisata atraksi itu bernama Krakatau Park di kawasan wisata terpadu Bakauheni Harbour City, dekat Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan nantinya Krakatau Prak akan dikelola oleh Jatim Park. “Proses pembangunannya diperkirakan memakan waktu tiga sampai empat tahun dan akan bermanfaat bagi masyarakat Lampung, Bakauheni pada khususnya,” ujar Kartika, Selasa (16/3) di Lampung Selatan.
Di kawasan wisata terpadu Bakauheni Harbour City, menurut dia, juga akan dibangun masjid di depan Menara Siger, Bakauheni. Kartika menambahkan, kedatangaannya ke Lampung merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri BUMN, Erick Thohir bersama Menteri Pariwisata dan Menteri Perhubungan pada tahun lalu untuk percepatan pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Bakauheni.
Baca juga: Sejarah Pembangunan Tol Trans Sumatera, Antara Bung Karno, SBY Dan Jokowi
“Kami mendukung untuk membangun wilayah Bakauheni menjadi kawasan wisata yang menarik melalui atraksi dan pembangunan kawasan. Sesuai target bahwa tahun 2022 sudah ada yang terbangun. Salah satunya Jatim Park Group yang akan membangun Krakatau Park, yakni themepark yang akan menjadi salah satu daya tarik wisatawan ke Lampung ini,” tutur Kartika dalam keterangan tertulis.
Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, sesuai dengan komitmen awal yang disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir bahwa institusinya siap mendukung pengembangan kawasan pariwisata Lampung. Dia menargetkan proyek Bakauheni Harbour City (BHC) dapat rampung dalam 3-4 tahun mendatang. Untuk mewujudkan megaproyek itu, ia menyebut perlunya dukungan seluruh pihak terkait perizinan, pengamanan, serta komunikasi kepada masyarakat.
Proyek Bakauheni Harbour City (BHC) yang akan digarap oleh Pemerintah Provinsi Lampung bersama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Hutama Karya (Persero) dan PT ITDC, memasuki babak baru dengan telah dirampungkannya Visioning Masterplan Kawasan dan Feasibility Study (FS).
Baca juga: Soemarno Sosroatmodjo, Gubernur Jakarta Penggagas Rumah Rakyat
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi optimis proyek BHC dapat terealisasi pada tahun 2022 atau lebih cepat dari target awal tahun 2024. Saat ini sedang dilakukan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Detail Masterplan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni oleh ASDP dan kesepakatan skema kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung, ASDP,Hutama Karya, dan ITDC dalam satu konsorsium Bersama dalam bentuk Joint Venture Company.
“Dengan adanya komitmen dan upaya akselerasi seluruh pihak, proyek ini dapat terwujud pada tahun 2022. Kami yakin BHC ini akan menjadi kawasan pariwisata terintegrasi nasional, yang mampu menarik wisatawan baik domestik maupun asing untuk datang ke ujung pulau Sumatera ini,” tutur Arinal.
Data menyebutkan Lampung menempati urutan ke 11 dengan tujuan wisatawan nusantara (wisnus) 2,4 persen dari total perjalanan wisnus di Indonesia. Adapun asal wisatawan yang berkunjung ke Lampung, berasal dari Palembang 46 persen, Jabodetabek 24 persen dan dari Bandung 16 persen. Hal ini, menurut Arinal, menjadi indikasi Lampung memiliki daya tarik bagi wisatawan nusantara.
Baca juga: Bisa Selenggarakan Asian Games, Harus Bisa Juga Sediakan Rumah Rakyat
Pembangunan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni ini dirancang dengan konsep Integrated Tourism Complex, dimana beberapa specific-magnet yang dibangun akan menjadi destinasi dan daya tarik pariwisata pada kawasan dimaksud, sekaligus menjadi Hub dalam sistem jaringan pariwisata.Kondisi eksisting kepemilikan lahan Bakauheni secara keseluruhan seluas 214,6 ha.
Jika melihat data penyeberangan ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Jawa-Sumatera setiap tahunnya. “Sehingga, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan sektor pariwisata,” tutur Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi.








