Synthesis Huis, Rumah Berkonsep “Biophilic Homes” Pertama di Jakarta

By 23 July 2021Property News

PROPERTY INSIDE – Kebutuhan hunian sehat saat ini menjadi hal penting. Pandemi yang masih berlanjut membuat masyarakat terus dan mewajibkan menjalanan cara hidup sehat. Tak terkecuali dalam memilih unit rumah, faktor kesehatan jadi yang utama.

Untuk itu, Synthesis Development secara khusus menghadirkan produk landed house terbaru dengan nama Synthesis Huis yang mengusung konsep “Biophilic Homes”, dengan gaya arsitektur Skandinavia.

Jeffrey Budiman yang merupakan Arsitek dan Desainer Interior proyek Synthesis Huis, kondisi pandemi merupakan momen tepat bagi kita untuk melakukan introspeksi dalam berbagai hal termasuk dalam hal hunian.

Baca juga: Walau Pandemi, Harvest City Terus Berkomitmen Kembangkan Proyeknya

“Sejak tahun 2020 lalu kita dituntut untuk menjalankan aktifitas dari rumah. Hal ini menyadarkan bahwa yang kita butuhkan saat ini ialah hunian yang minimalis, sederhana dengan konsep smart solution yang dapat menjaga kita tetap sehat dan nyaman”, imbuh Jeffrey.

Ia juga juga menambahkan bahwa di masa sekarang ini kita harus dapat membedakan antara needs dan wants, termasuk dalam hal pemilihan hunian. Menurutnya lagi untuk itu kita harus cermat dalam memilih hunian yang tepat.

“Bukan hanya berada di area yang hijau saja melainkan hunian tersebut harus memenuhi berbagai kriteria seperti mudah dibersihkan, memiliki sirkulasi udara yang baik, terpapar sinar matahari dan memiliki sistem penyimpanan yang baik,” imbuhnya.

Baca juga: PROPERTY – CUAN – RISING UP | PCR WITH DIAMONDLAND DEVELOPMENT

Synthesis Huis dikembangkan sebagai hunian landed house berkonsep Biophilic Homes, dimana para penghuni dapat berinteraksi langsung dengan alam. Gaya Skandinavia merupakan pilihan tepat untuk menjadikan Synthesis Huis sebagai hunian Simplicity yang menampilkan keunikan bangunan, desain menawan yang timeless.

Terlihat dari bentuk bangunan yang tidak terlalu banyak menampilkan detail lekuk dan ornamen, serta untuk menyesuaikan dengan iklim di Indonesia, Jeffrey juga menambahkan atap dan tritisan sebagai elemen peneduh dari panas, hujan dan debu.

Penggunaan sejumlah jendela dan halaman terbuka di area belakang rumah memungkinkan cahaya alami masuk, juga cross ventilation yang akan melancarkan sirkulasi udara, serta indoor garden di unit dengan tipe tertentu.

Baca juga: Desa Wisata, Milenial Jadi Modal Untuk Kembangkan Ide Dan Inovasi

“Dengan sentuhan tanaman dan unsur alam membuat suasana di dalam rumah menjadi berbeda. Sehingga kita dapat memiliki hunian yang sehat, menenangkan, mendukung hidup sehat di era new normal, serta membantu kita untuk tetap kreatif dan produktif di rumah” kata Jeffrey.

Alhasil Synthesis Huis sebagai rumah idaman yang mengedepankan unsur Compact Living yaitu memaksimalkan fungsi ruang yang ada namun tetap nyaman untuk digunakan bersama anggota keluarga.

“Untuk dekorasi bagian dalam rumah kami memberikan kesempatan bagi para penghuni untuk berkreasi sesuai dengan style mereka sehingga setiap anggota keluarga dapat terlibat dalam proses pembentukan rumah itu sendiri”, ujar Jeffrey.

Baca juga: Pasar Properti, Sinar Mas Land Hadirkan Klaster O8 Perfect Home Di Grand Wisata Bekasi

Sementara Imron Rosyadi selaku General Manager Sales & Marketing Synthesis Development juga menerangkan bahwa Synthesis Huis merupakan hunian landed house berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang memiliki aksesibilitas baik yakni hanya 1 (satu) KM ke pintu tol yang terkoneksi ke 8 (delapan) ruas tol di Jakarta.

Berada dilokasi strategis dekat dengan Central Business District (CBD) Simatupang yang tengah berkembang pesat, serta didukung dengan berbagai kemudahan akses transportasi dan fasilitas umum lainnya, menjadikan Synthesis Huis sebagai pilihan tepat bagi kaum profesional menengah ke atas.

“Kami akan berikan Special Discount khusus untuk harga Early Bird dalam NUP (Nomor Urut Pemesanan) pada Senin 26 Juli 2021 mendatang. Anda bisa memiliki rumah 3 Lantai dengan 4 Kamar Tidur dengan harga mulai Rp. 1,9 M,” terang Imron.

Share this article:

Leave a Reply