Venezia, Arsitektur Tempoe Doeloe yang Penuh Misteri

By 24 February 2018Architecture, Featured, News

PROPERTY INSIDE – Keindahan yang misterius begitulah kesan yang selalu diingat oleh para wisatawan yang pernah mengunjungi Venezia. Terletak di laguna dangkal lepas pantai utara di timur Italia, Venezia berdiri pada serangkaian pulau yang terdiri dari 117 pulau dan 177 kanal, seakan mengiris-iris kota ini.

Kanal-kanal tersebut merupakan jalan utama kota Venezia dan juga merupakan jalan tradisional. Kesan klasik merupakan konsep yang selalu dipertahankan Venezia dan hal inilah salah satu alasan mengapa banyak sekali wisatawan mengunjungi kota ini.

Landscape yang terdiri dari bangunan-bangunan berkesan tua serta banyaknya sungai-sungai di dalam kota, sehingga tata letak kota terlihat sangat cantik. Di jaman yang modern ini tentu hal-hal unik dan klasik seperti ini merupakan daya tarik tersendiri. Sungai berfungsi layaknya jalan protokol bagi penduduk Venezia.

“The Great Street of Venice” sungai yang memiliki panjang sekitar 3.5 km adalah salah satu “jalan utama” kota ini. Dikelilingi oleh gedun-gedung kuno dan istana dari abad ke-13 hingga 18, arsitektur gabungan Byzantine, Gothic, Renaissance dan Baroque terlihat jelas mendominasi.

Namun, tidak semua bangunan kuno di kota ini merupakan peninggalan jaman dulu. Walau terlihat sama, banyak juga bangunan-bangunan baru yang dibuat dengan tetap mempertahankan desain-desain klasik tersebut.

Kota ini merupakan satu-satunya kota di Eropa yang tidak memiliki transportasi darat seperti mobil dan sepeda motor, penduduk kota sangat tergantung pada transportasi air. Berbagai macam moda transportasi air terdapat disini.

Sebagai “bus kota” ada kapal berkapasitas sekitar 100 orang yang disebut boat dengan sistem pembelilan tiket yang tidak kalah modernnya, ada loket pembelian tapi ada juga kartu berlangganannya seperti kartu subway layaknya transportasi umum darat kota-kota lain di Eropa.

Sebagai taxi mereka mempunyai perahu berkapasitas 2-5 orang dan sebagai becak, ada transportasi tradisional khas Venezia yaitu perahu gondola yang memberi kesan romantis kota ini. Kecantikan Venezia di malam hari luar biasa, bahkan tarif Gondola di malam haripun jauh lebih mahal dari siang hari.

Jalanan darat Venezia tidak seperti jalanan di kota-kota lain, lebih mirip gang-gang di pinggiran kota dengan blok-blok yang tidak terlalu besar. Jalannya bagaikan labirin yang sempit dan remang-remang terkena pantulan sinar matahari pada dinding-dinding bangunan. Jalanan gang yang paling panjang hanya sekitar 200 meter.

Gang-gang ini dikelilingi oleh bangunan tinggi bergaya klasik, sedangkan gang yang terdapat di pinggiran kota lebih seperti area kumuh.

Semua aktivitas di Venezia bisa dilakukan dengan berjalan kaki melewati gang-gang sempit tersebut dan menyeberangi puluhan sungai dengan jembatan. Di sini penggunakan peta bagi wisatawan adalah sebuah keharusan jika tak ingin tersesat.

Sebagai destinasi wisata dunia, perkembangan kota ini terus berjalan tetapi tetap mempertahankan konsep awal kota ini. Venezia berkembang dengan gaya meraka sendiri, di balik semua gaya kota tua, berbagai macam modernisasi juga terjadi di sini.

Hal itu justru menjadi daya tarik terbesar bagi turis yang juga berarti peluang bisnis untuk beberapa bidang usaha. Semisal, cafe dan night life yang menjadi gaya hidup kota besar tidak ketinggalan di sini. Sebenarnya, warga asli kota ini banyak yang pindah ke daratan Italia untuk bekerja, akhirnya banyak rumah-rumah tinggal dijadikan apartemen untuk disewakan.

Piazza San Marco, alul-alun kota Venezia merupakan pintu masuk utama ke kota ini, alun-alun ini juga menjadi tempat favorit bagi para wisatawan dan penduduk local. Jika berkesempatan makan malam di cafe-café di Piazza San Marco, kita akan merasakan suasana kota yang romantis. Hanya berjalan kaki, kita juga dapat menikmati keindahan bangunan-bangunan klasik di sekitaran Piazza San Marco.

Di sini terdapat Doge’s Palace yakni tempat tinggal dan pengadilan dewan-dewan pemerintahan. Terdapat juga sebuah menara lonceng (Campaline) setinggi 100 meter, para wisatawan dapat naik dan melihat seluruh kota Venezia dengan lautnya yang menawan. Di ujung timur Piazza San Marco terdapat Basilica Di San Marco yang juga biasa di sebut sebagai Venice Patro Saint, sebuah gereja putih dengan kubah yang besar.

Pelatarannya yang luas diramaikan burung merpati nan jinak dan angin yang sejuk juga matahari, Gereja Basilica di Sant Marco sungguh berbeda dengan gereja-gereja lain di Eropa. Bentuknya unik dengan kesan gothic yang tidak terlalu kental, gereja ini dijuluki gereja emas karena banyak interiornya dilapisi oleh emas.

Kubah panjangnya nan indah dihiasi mosaic emas. Hiasan façade marmer gereja bernilai seni tinggi menjadi semacam trademark kota ini. Interior dan eksterior Basilica Di San Marco sangat dipengaruhi oleh gaya Byzantium. Basilica ini juga memamerkan berbagai macam peninggalan kuno, beberapa di antaranya merupakan jarahan Perang Salib dan berbagai perang lainnya.

Di depan Station St.Lucia terdapat suatu kawasan bernama Murano, kawasan ini adalah pusat pembuatan kerajinan dari gelas yang berwarna-warni. Di sebelah timurnya terdapat sebuah pulau kecil bernama Burano yang dulunya merupakan kampung nelayan dan kini telah menjelma menjadi kawasan wisata dengan deretan bangunan yang dicat warna-warni dan pot bunga yang berjejer di jendela-jendelanya.

Di pulau Burano masih banyak penduduk lokal yang bermukim disana. Setiap rumah tinggal biasanya terdapat jemuran baju di depan jendela maupun halaman rumah. Pintu depan rumah semuanya memiliki sejenis gordin penutup pintu untuk menjaga privasi. Banyak juga rumah yang sudah berubah menjadi toko souvenir, resto & café yang menyajikan masakan khas italia nan lezat.

Siapkan passport Anda segera, kota ini menjanjikan suasana romantisme Eropa tempoe doeloe. Keindahan seni arsitekur kelas dunia di sini dijamin tak akan terlupakan sepanjang hidup Anda. Pengalaman yang berarti untuk sebuah destinasi wisata dunia.

Share this article:

Leave a Reply