PROPERTY INSIDE – Namhansanseong adalah benteng yang terletak di Gunung Namhansan, awalnya dibangun sebagai benteng pertahanan selama periode Gogureyo, sekitar 2.000 tahun yang lalu. Aada juga Gwanghaegun benteng yang dibangun pada Periode Joseon; tahun 1621.
Namhansanseong dikenal sebagai wilayah bukit pendakian di luar Seoul. Tempat ini terkenal karena alamnya yang senantiasa mempesona sepanjang tahun
Jika Anda mendaki ke puncak tertinggi, Iljangsan, Anda dapat melihat beberapa wilayah–tidak hanya Seoul–seperti Gyeonggi-do dan sekitarnya hingga Nakjo Incheon.
Sebagai benteng pertahanan, Namhansanseong ada di pegunungan yang berjarak 25 kmdari arah tenggara Seoul. Wilayahnya merupakan pegunungan tinggi dan kasar; menjadikan tempat itu menjadi wilayah pertahanan yang kuat dan nyaman untuk ditinggali.
Baca juga: Beijing Miliki Museum Multifungsi Terbesar di Dunia
Namhansanseong Dalam Catatan Sejarahnya
Namhansanseong awalnya dirancang sebagai ibukota darurat pada masa Dinasti Joseon (1392-1910).
Wilayah yang dibangun dan dipertahankan oleh prajurit-biksu ini dapat menampung sekitar 4.000 orang dan memenuhi kebutuhan fungsi administratif serta pasukan militer.
Sisa-sisa bangunan yang hancur di awal abad ke-7, dibangun kembali. Pembangunan terbesarnya dimulai pada awal abad ke-17 karena ada kebutuhan mengantisipasi serangan dari dinasti Qing Sino-Manchu.
Wilayah Namhansanseong mencitrakan perpaduandari konsep-konsep rekayasa militer periode defensif yang banyak dipengaruhi unsur Cina dan Jepang, serta perubahan dalam seni arsitektur ‘perbentengan’ terutama setelah ada pengaruh pengunaan senjata dan mesiu.
Sistem benteng Namhansanseong lebih lanjut juga merupakan bukti dari benteng pertahanan di Asia Timur pada awal abad ke-17. Namhansanseong bisa dikatakan sebagai titik balik dalam desain benteng gunung di Korea, dan menjadi patokan dalam pengembangan pembangunan benteng di wilayah tersebut.
Baca juga: 7 Kota dengan Arsitektur Terindah di Planet Bumi
Keaslian Bangunan
Restorasi dan rekonstruksi bentengnya sendiri telah berlangsung selama jangka waktu yang panjang dengan beberapa pembaharuan namun tetap menjaga keasliannya. Hal ini didasarkan pada dokumentasi yang luas dari bukti sejarahnya.
Konservasi keaslian beberapa bangunan di sekitarnya, terutama kuil dan bangunan yang dibuat dengan bahan utama kayu, secara ilmiah jelas sulit teridentifikasi keasliannya. Namun sebagai bangunan yang mengikuti tradisi, hal itu justru menambah nuansa budaya Korea di tempat tersebut.
Seluruh wilayah yang tercakup benteng Namhansanseong ditetapkan sebagai situs bersejarah nasional–ketentuan Undang-Undang Perlindungan Warisan Budaya–dan telah diberikan status perlindungan khusus (nasional, provinsi atau lokal). Namhansanseong bagaimanapun adalah salah satu simbol kedaulatan Korea.
Oleh: Rahayu Mulya
Sumber: Wacana.co

Namhansanseong Dalam Catatan Sejarahnya



