Glamping, Berkemah Rasa Hotel Berbintang di Rancabali

PROPERTY INSIDE – Dalam beberapa tahun terakhir, tren wisata petualangan dan adventure semakin diminati. Bertualang di alam bebas seperti berkemah, biasanya membutuhkan mental dan nyali yang siap untuk tidur tak nyaman.

Namun ada cara lain menikmati camping (berkemah) yang tak perlu susah payah memasak dengan api unggun ataupun waspada akan serangan hewan-hewan liar, glamping namanya. Glamping atau glamorous camping adalah cara berkemah mewah dengan fasilitas lengkap layaknya di hotel.

Baca juga: Inilah 10 Rooftop Hotel Terbaik di Dunia

Salah satu lokasi yang menawarkan glamping adalah Lake Side Glamping Rancabali. Kawasan penginapan bertajuk menyatu dengan alam ini dibangun di tengah hamparan perkebunan yang menghadap langsung ke Danau Situ Patenggang.

“Kami membuat tema berbeda, yakni camping di alam bebas dengan fasilitas yang lengkap, tapi tetap di kawasan lokasi penjelajahan,” ujar Lutfie Nauval Manajer Pengelola Lake Side Glamping seperti dilansir Tempo.co.

Penginapan bergaya natural ini mengakomodasi kebutuhan wisatawan yang ingin menikmati suasana alam bebas, tapi tidak ingin repot menggelar tenda konvensional. Glamping dibangun benar-benar menyerupai tenda kemah yang bisa dipindah-pindahkan layaknya kemping konvensional.

Baca juga: Bernilai Fantastis, Proyek-proyek Properti ini Mangkrak dan Angker

Glamping nyaman ditinggali karena dibangun dengan material kain tebal anti-air serta mampu menyerap panas. Tenda tersebut juga ditopang oleh papan-papan panggung yang bentuknya menyesuaikan dengan tipografi alam sekitar.

Di kawasan glamping, dibangun sebuah restoran berbentuk pinisi ala maritim. Restoran ini menjawab kerinduan masyarakat terhadap suasana laut. Lutfie mengatakan, di daerah Kabupaten Bandung dan sekitarnya tak ditemui pesisir. “Meski di gunung, kita bisa menikmati suasana bahari,” tuturnya.

Wisata glamping yang diangkat oleh Lake Side Glamping Rancabali sejalan dengan program Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk menggencarkan wisata nomadic dan digital. Wisata nomadic dibangun sebagai alternatif untuk wilayah yang memiliki potensi pariwisata unggul, tapi minim akomodasi.

Baca juga: Inilah 5 Hotel Terbaik dan Instagrammable di Dubai

Sedangkan wisata digital berarti wilayah tersebut memiliki lanskap yang cocok untuk konten media sosial, seperti Instagram. Glamping ini pun dapat dikatakan wisata digital lantaran berada di kawasan perkebunan teh yang berlatar danau.

Glamping merupakan salah satu program untuk memenuhi target wisatawan Kabupaten Bandung. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Agus Firman Zaeni mengatakan, target wisman masuk ke daerahnya pada 2018 melampaui angka 2,25 juta.

Sedangkan pada 2017, wisatawan masuk ke daerah mereka mencapai 2,6 juta. “Yang favorit ya ke glamping dan restoran pinisinya,” kata Agus.

Baca juga: Sakura Park Hotel & Residence Tawarkan Menu Khas Tirai Bambu

Lake Side Glamping Rancabali memiliki dua kelas tenda. Tenda pertama adalah Family Tent Resort yang dikhususkan bagi keluarga. Sedangkan tenda kedua merupakan Adventure Camp dengan kapasitas lima orang.

Untuk dapat menikmati glamping, wisatawan perlu membayar Rp 1,4-3,3 juta, tergantung masa pemesanan. Wisatawan bisa mengeksplorasi kawasan perkebunan teh Ciwidey dan mengunjungi tempat wisata di sekitarnya, seperti pemandian air panas, penangkaran rusa, bukit selfie, dan kafe kopi.

Share this news.

Leave a Reply