Sukses Gebrak Pasar Properti, Tiga Bulan Millennium City Bukukan Penjualan Rp 500 M

PROPERTY INSIDE – Proyek kota mandiri Millennium City yang dikembangkan oleh PT Pacific Millennium Land sukses mencatatkan angka penjualan yang cukup fantastis. Sejak diluncurkan pada akhir April lalu, pengembang kawasan seluas 1.388 hektar berhasil mengumpulkan marketing sales sebesar lebih Rp 500 miliar.

Angka ini adalah separuh dari target marketing sales perusahaan untuk target tahun 2018 ini. Didorong dengan suksesnya penjualan klaster I dan klaster II di pengembangan tahap pertama, Millenium City optimis target penjualan tahun ini yang sebesar di atas Rp 1 triliun akan tercapai.

Deputy Chief Operating Officer Pacific Millennium Land, Hans Leander, mengaku cukup surprise dengan respon pasar, karena permintaan pasar melebihi ekspektasi. Hans menyebut, pembangunan tahap pertama meliputi 4 klaster dan 1 komplek ruko.

Baca juga: Millennium City, Kolaborasi Tan Kian & Benny Tjokrosaputro

groundbreaking millenium city

Groundbreaking Millennium City, Jum’at (03/08).

Pembangunan fasilitas dan infrastruktur kawasan memang menjadi fokus pengembang. Selain pembangunan tol, developer juga akan membangun pasar modern di pengembangan tahap kedua.

“Dua klaster pertama yang kami rilis di pembangunan tahap pertama penjualannya sangat baik. Sejak diluncurkan akhir April, jika kita hitung waktu efektif jualan, itu hanya efektif dua bulan saja. Namun kami berhasil membukukan penjualan yang sangat bagus,” kata Hans kepada www.PropertyInside.id Selasa (07/08) di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Hans menjelaskan, untuk klaster I angka penjualannya telah mencapai 95% lebih dari total 317 unit yang dipasarkan. Sementara di klaster II penjualan mencapai 60% lebih dari 263 unit yang dilansir. Selain itu, pengembang juga telah memasarkan 76 unit ruko dan telah terjual di atas 60%.

“Untuk progress konstruksinya, kami sudah melakukan ground breaking pada Jumat, 3 Agustus 2018. Kami juga sudah mulai melakukan pembangunan 2 unit rumah contoh, pembangunan gerbang kawasan dan marketing gallery di Serpong,” ungkap Hans.

Baca juga: INTERVIEW: Benny Tjokrosaputro – President Director PT Hanson International Tbk

Lebih lanjut Hans menjelaskan bahwa kawasan skala kota ini nantinya akan memiliki akses tol untuk mempermudah mobilitas penghuni. Jalur tol sepanjang 4,7 kilometer yang dibangun pengembang akan terkoneksi dengan jalur tol Serpong – Maja.

“Tol ini diharapkan dapat selesai pada tahun 2020 nanti, berbarengan dengan serah terima unit-unit yang dibangun di tahap I,” katanya lagi.

Pembangunan fasilitas dan infrastruktur kawasan memang menjadi fokus pengembang. Selain pembangunan tol, developer juga akan membangun pasar modern di pengembangan tahap kedua.

Nantinya kawasan pasar modern Millennium City seluas 2 hektare ini terdiri dari ruko-ruko dan kios-kios yang ditata dengan desain klasik demi memperhatikan nilai estetika bangunan.

Baca juga: Maja Berpotensi Berkembang Sepesat Serpong

“Pasar ini selain sebagai fasilitas kawasan dan memenuhi kebutuhan penghuni Millennium City, nantinya juga bermanfaat untuk kawasan hunian di sekitar kita. Saat ini sedikitnya sudah ada 4000 hunian di sekeliling Millennium City, dan ini captive market yang potensial juga,” lanjut Hans.

Seperti diketahui, Millennium City merupakan megaproyek kolaborasi konsorsium Century Properties Group Indonesia milik taipan properti Tan Kian dengan PT Hanson International Tbk yang dikomandoi salah satu landlord Indonesia, Benny Tjokrosaputro.

Century Properties Group Indonesia adalah perusahaan boutique properties milik taipan properti Tan Kian. Perusahaan dikenal dengan berbagai proyek properti ekslusif di kawasan segitiga emas Jakarta dan Bali. Portofolio proyeknya meliputi The Pacific Place SCBD, JW Marriott Hotel Jakarta, The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan.

Baca juga: Lima Bulan Pertama 2018, Hanson Land Raup Penjualan Rp 920 miliar

Selain itu beberapa apartemen dan gedung perkantoran mewah, seperti Sahid Sudirman Center, Botanica, dan South Hills juga termasuk dalam portofolio pengembang khusus properti mewah ini.

Sementara Hanson International Tbk adalah holding company dengan emiten berkode MYRX ini memiliki beberapa lini bisnis di bidang pertambangan dan properti. Di industri properti, perusahaan ini semakin mantap mengembangkan beberapa land bank menjadi kawasan hunian dan komersial.

Share this news.

Leave a Reply