PROPERTY INSIDE – Juli lalu Vasanta Innopark yang dikembangkan PT Sirius Surya Sentosa meluncurkan tower kedua, Botan namanya. Launching proyek ini dilakukan di 2 kota secara bersamaan, di Jakarta dan Makassar.
Peluncuran tower kedua ini masih dilatarbelakangi oleh kebutuhan yang tinggi akan hunian dan pusat komersial berkualitas, khususnya di kawasan Cikarang Barat. Lokasi Vasanta Innopark berada di dalam kawasan industri MM2100, nempel dengan exit tol km 24 Cibitung.
Di dalam kawasan industri ini beroperasi sekitar 350 perusahaan industri dengan ribuan pekerja dan sebagian besar berasal dari Jepang. “Ini captive market dan ini jumlahnya besar. Tower pertama Vasanta (Aoki) terjual 90 % dalam waktu 5 jam,” jelas Reggy Widjaya, Presiden Direktur PT Sirius Surya Sentosa ketika ditemui di ruang kerjanya di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Baca juga : Jualan Properti Zaman Now, Ramai-ramai Selami Dunia Digital
Reggy melanjutkan, kawasan industri MM2100 dengan luas 1000 hektar belum memiliki kawasan hunian terpadu yang dilengkapi area komersial dan CBD (central business district) yang proper.
“Kita melihat momentum dan melihat kebutuhan tersebut cukup tinggi maka kita meluncurkan Vasanta dengan konsep yang bisa mengakomodir potensi pasar kawasan ini,” imbuhnya.
Selain captive market, pengembangan infrastruktur yang dikembangkan secara massif di bagian timur Jakarta menjadi alasan lain PT Sirius Surya Sentosa mengembangkan proyek ini. Alasan ini cukup rasional, biasanya paska infrastruktur rampung harga kian melambung.

“Kita melihat momentum dan melihat kebutuhan tersebut cukup tinggi maka kita meluncurkan Vasanta dengan konsep yang bisa mengakomodir potensi pasar kawasan ini.”
Reggy Widjaya – Presiden Direktur PT Sirius Surya Sentosa
Reggy menegaskan, pengembangan properti di Indonesia terlahir karena adanya captive market dan infrastruktur, bukan komoditas utama seperti negara maju. “Jadi sekarang saatnya time to buy, pasarnya jelas dan infrastruktur kian sempurna akan membuat harga bergerak naik,” tegas Reggy.
Baca juga : Tinggalkan Kendaraan Pribadi, Perlu Moda Transportasi yang Berkelanjutan dan Terkoneksi
Bicara kondisi ekonomi makro saat ini yang diakui belum kondusif bukanlah sebuah kendala. Apalagi jika dikaitkan dengan hajatan politik hingga nilai tukar rupiah yang tak stabil. Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah beRpengalaman, sudah terbiasa dengan gelombang politik.
Sedangkan bicara rupiah terkait pembangunan hunian vertikal yang kebanyakan memanfaatkan material import bukan pula jadi penyebab proyek harus berhenti karena nilainya tinggi. Setiap developer menurut Reggy harus punya jalan ke luar dan berstrategi untuk bisa bersahabat dengan kondisi yang ada.
Baca juga : Mudahkan Pembiayaan Hunian Terjangkau, PP Urban Gandeng BTN
Seperti Vasanta, bersama kontraktor yang ditunjuk saling terbuka mengantisipasi kendala yang ada. Misalnya, memanfaatkan kandungan lokal lebih banyak dalam materialnya tanpa mengurangi kualitas. Bahkan, beberapa item material yang harganya melambung harus tetap bisa disiasati dengan cara keterbukaan.
”Seperti produk material sanitary yang harus import, kita melakukan pola suplay by owner. Kontraktor kita bayar ongkos pasang saja sementara material kita siapakan. Intinya keterbukaan dan saya yakin setiap developer memiliki cara berbeda-beda dalam menyelasaikan kendalanya agar progres pembangunan tidak tertunda,” tegas Reggy sambil tersenyum.
Terbukti 800 unit tower pertama Vasanta Innopark laku terjual. Pembelinya adalah end user yang melihat potensi sewa dari produk Vasanta Innopark, bukan investor yang bersifat spekulan yang membeli produk secara masal.
Baca juga : Ginza, Business Loft Pertama di Kawasan Prospektif Timur Jakarta
Untuk itu, dalam mengembangkan tower kedua ini Vasanta Innopark mencoba memberikan nilai berbeda pada produknya. Produk sebelumnya banyak tipe studio, maka di tower Botan akan lebih banyak one bedroom, ini karena permintaan pasar.
“Ini masukan dari pasar karena mereka mengetahui captive market produk Vasanta yakni ekspatriat Jepang. Maka kita memberikan fasilitas bathub di kamar mandinya karena mereka suka berendam. Dan sekali lagi potensi pasar kita sudah ada cukup lama dan establish, ini yang bedakan kita dengan yang lain,” tutup Reggy.




