Properti Karawang Kian Bergoyang

By 19 October 2018News, Property News

PROPERTY INSIDE – Perkembangan properti di Koridor Timur Jakarta kian sumringah. Sebelumnya hanya terkonsentrasi hingga Cikarang, Kabupaten Bekasi saja. Namun dalam beberapa tahun ini bergeser hingga Karawang.

Perkembangan ini tak lepas dari pertumbuhan sektor industrial dan gencarnya pembangunan infrastruktur di wilayah Timur Jakarta tersebut.

Sejumlah proyek infrastruktur besar sedang berlangsung di wilayah timur Jakarta seperti proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated) hingga pengembangan Pelabuhan Patimban juga sedang dipersiapkan.

Baca juga: Sukses dengan Orchard, Citra Living Tawarkan Lotus

Hal inilah yang menarik minat pelaku industri properti ekspansi ke Karawang. PT Agung Podomoro Land Tbk. Misalnya, terus melakukan ekspansi di kawasan tersebut dengan mengembangkan superblok Taruma City. Dan baru saja groundbreaking kemarin Rabu (18/10).

Sebelumnya Agung Podomoro Land sukses mengembangkan Grand Taruma seluas 48 hektar, dengan konsep landed house. Proyek kedua developer papan atas ini berada di jantung Kota Karawang, Jl. Kertabumi.

Vice President Director PT Agung Podomoro Land Tbk mengatakan, mengikuti sukses Grand Taruma yang telah memberikan warna dalam perkembangan properti Karawang, kita kembali meluncurkan proyek baru dengan konsep berbeda.

Baca juga: Animo Pasar Tinggi, CitraGarden City Tawarkan 2 Produk Baru

“Grand Taruma berkonsep landed sementara Taruma City berkonsep superblok yang terdiri dari area komersial, landed house berkonsep private dan hunian vertikal,” jelas Indra.

Grand Taruma, dikembangkan sejak 2011 dan terbukti proyek ini diminati tak hanya bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya, tapi juga menjadi daya tarik pengembang lain masuk ke Karawang.

Beberapa developer seperti Summarecon, Pollux Properties, PP Urban dan beberapa lainnya pun menyambangi Karawang. Konsep proyek yang dikembangkan beragam dan tentunya mewarnai wajah Karawang saat ini.

Baca juga: Properti Secondary, Penjualan Lesu Karena Harga dan Pasokan

Menurut Indra, kawasan Karawang telah menjadi primadona baru industri properti di Timur Jakarta. Sebelumnya tak banyak fasilitas hadir di Karawang, apalagi konsep lifestyle.

Kita melihat ini potensi, makanya kita kembangkan Taruma City area komersialnya dengan sentuhan kuliner dan lifestyle,” jelas Indra.

Indra menambahkan, lihat saja saat ini berbagai fasilitas sudah tumbuh, seperti pusat belanja, hotel. “Semua ini karena pasarnya memang ada dan dibutuhkan sehingga bisa mengakomodir kebutuhan warga Karawang,” terangnya.

Potensi itu menurut Indra sangat besar karena Karawang juga banyak dihuni ekspatriat dari Jepang dan Korea. Mereka diyakini mebutuhkan fasilitas modern dan juga hunian yang nyaman, seperti di Grand Taruma juga banyak rumah disewakan kepada ekspatriat dari kedua negara tersebut.

Sebelumnya, kelas mapan di Karawang menurut Indra untuk hangout harus ke luar dari kawasannya, seperti Cikarang bahkan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Diharapkan developer-developer yang masuk ke Karawang selain memenuhi kebutuhan hunian juga menghadirkan fasilitas baru di Karawang yang akan menaikan pamor.

Baca juga: Solo Urbana Residence Tawarkan Captive Market Mahasiswa

Pergerakan dan perkembangan properti Karawang terlihat massif pada 2013. Alhasil harga tanah di kawasan ini pun bergerak naik.

Sebelum Grand Taruma masuk ke Karawang (2011) harga tanah di ruas jalan utama masih di bawah Rp 1 jutaan. Berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu/meter persegi.

Namun saat ini harganya telah terkerek berlipat-lipat. Seperti di ruas Jl Lingkar Tanjungpura harganya berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp5 juta/meter persegi.

Share this news.

Leave a Reply