Siasati DP, Developer di Makassar Ini Kebanjiran NUP

By 6 November 2018News, Property News

PROPERTY INSIDE – Kondisi pasar yang kurang bergairah membuat developer harus kreatif mengemas produk dan juga memasarkannya. Selain itu, developer juga harus bisa memberikan tawaran cara bayar yang memudahkan konsumen.

Seperti perumahan Royal Sentraland yang dikembangkan oleh BSA Land yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan dengan luas lahan 50 hektar, saat ini fokus memasarkan cluster ketiga.

Cluster tersebut adalah Sunderland yang terdiri dari 340 unit. Agus Risal Andi Yusuf, Sales dan Marketing Manager BSA Land mengatakan, sebelumnya dua cluster sudah kita pasarkan dan sudah sold out.

Baca juga: Dalam Sepekan, Jumlah Pesanan Unit Royal Sentraland Hingga 210 Unit

Agus menambahkan, Royal Sentraland tak hanya menawarkan lokasi yang strategis dan juga fasilitas. “Kami tawarkan kemudahan pada masyarakat atau konsumen terkait cara bayar uang muka,” imbuhnya.

Menurutnya lagi, uang muka yang dibayarkan konsumen besarannnya hanya 10 persen dari harga rumah. Dan untuk lebih memudahkan konsumen, Royal Sentraland memberikan kemudahan cicilan uang muka.

“Cicilannya bisa sampai 18 kali atau 18 bulan. Ini sangat membantu konsumen. Seperti unit termurah dengan dicicil hingga 18 kali maka sebulannya hanya Rp2 jutaan,” tegas Agus.

Baca juga: Mendesak, Milenial Butuh Intervensi

Agus menambahkan, ketika cicilan uang muka memasuki bulan 16 maka konsumen sudah bisa melakukan akad kredit. Dan pada cicilan terakhir konsumen sudah bisa melakukan serah terima kunci.

“Ini kita yakinkan, kita edukasi kepada konsumen terkait konsep pembayaran uang muka ini. Konsumen tertarik, terbukti dalam seminggu pesanan unit di Sunderland jumlahnya sudah 210. Padahal, produk ini kita launching akhir bulan ini, tanggal 25,” jelas Agus.

Agus mengaku skema uang muka ini biasa saja, intinya hanya memudahkan konsumen. Alhasil skema cicil uang muka yang relatif panjang ini direspon positif konsumen.

Baca juga: Naik 40% dari Tahun lalu, Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp2,4 Triliun

Dan menurut Agus, dirinya bersama tim marketing selalu wanti-wanti pada konsumen agar masalah BI checking diperhatikan. “kebayakan mereka yang gagal dalam akad kredit karena masih terganggu hutang, cicilan kartu kredit dan kendaraan,” ucapnya.

Selain polaya bayar uang muka yang memudahkan, Agus berargumen bahwa potensi pasar dengan rentang Rp300 juta hingga Rp700 cukup besar dan merupakan end user yang membutuhkan rumah.

Share this news.

Leave a Reply