PTSL, Program untuk Mereduksi Sengketa dan Mafia Tanah

By 18 December 2018News, Property News

PROPERTY INSIDE – Sofyan A. Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia mengatakan harga tanah terus bergerak naik dengan adanya spekulan tanah.

“Pembentukan Bank Tanah menjadi sangat penting untuk menjamin ketersediaan tanah bagi generasi yang akan datang,” ujar Sofyan melalui keterangan pers yang diterima www.propertyinside.id

Apalagi permasalahan pertanahan di Indonesia yang sangat kompleks, khususnya di kota besar yang nilainya semakin tinggi, semakin besar pula potensi konflik. Hal ini terjadi karena tidak adanya upaya sistematik untuk menyelesaikannya.

Baca juga: UU Pertanahan Digodok, Sektor Properti Mendapat Rezeki

Potensi sengketa dan konflik pertanahan ini memerlukanperhatian khusus, untuk itu Pemerintah melakukan percepatan pendaftaran tanah melalui PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). 

Pembentukan Bank Tanah menjadi sangat penting untuk menjamin ketersediaan tanah bagi generasi yang akan datang meskipun saat iniperaturannya sedang di susun.

Dengan bank tanah, artinya negara punya tanahsehingga untuk membuat rumah rakyat, fasilitas umum dan lainnya menjadi lebih mudah.

Baca juga: Metland – Keppel Land Kerjasama, Nilai Investasinya Hingga Rp 5 Triliun

Menteri Sofyan menambahkan, hampir semua tanah di Indonesia yang tidak dikuasai atau bersertipikat berpotensi terdapat sengketa dan konflik pertanahan.

Selain itu juga banyak mafia tanah yang bermain dengan memanfaatkan tanah-tanah kosong untuk dilabeli dengan Letter C.

“Untuk mengatasi itu semua kita laksanakan PTSL, diharapkan seluruh tanah di Indonesia terdaftar pada tahun 2025. Ada 126 juta jumlah persil yang harus terdaftar dan sampai tahun 2017 sudah ada 46 juta bidang tanah terdaftar,” imbuhnya.

Baca juga: Rumah MBR Curi Perhatian FIABCI Summit 2018

Menurutnya lagi, dilaksanakannya PTSL ini diharapkan masyarakat bisa memiliki bukti hukum atas hak tanah yang dimiliki, dan ini sebagai upaya meminimalisir terjadinya konflik, sengketa dan munculnya mafia tanah.

Kegiatan kuliah umum di Universitas Indonesia ini salah satu bentuk sosialisasi kepada publik khususnya generasi milenial terkait pentingnya kegiatan yang sedang dilaksanakan Pemerintah, yaitu mendaftarkan seluruh bidang tanah di seluruh Indonesia dengan mendalami isu-isu pertanahan.

Isu pertanahan yang saat ini ramai dibahas seperti PendaftaranTanah Sistematis Lengkap (PTSL), Reforma Agraria, Pengadaan Tanah, Tata Ruang,yang merupakan Program Strategis Nasional Pemerintah.

Baca juga: Rakernas REI 2018; Tetap Fokus dengan Program Sejuta Rumah

Sementara itu Muhammad Anis, Rektor Universitas Indonesia mengatakan, sebagai bagian dari Pemerintah, akademisi, industri, swasta, masyarakat dan media massa yang mana para akademisi UI berperan sebagai pelopor sinergitas dari lima komponen bangsa.

Sinergi ini berusaha mewujudkan berbagai Program Strategis Nasional pengembangan riset dan inovasi di bidang agraria dan tata ruang bagi kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa.

“Kepercayaan ini harus dijaga dan ditingkatkan dalam bentuk karya anak bangsa,” ujarnya.

Share this news.