PROPERTY INSIDE – Bali Hyatt, secara resmi telah dibuka kembali dengan wajah dan nama baru, Hyatt Regency Bali, pada 20 Desember 2018. Identik sebagai hotel yang kental dengan nuansa hijau dan arsitektur khas Indonesia sejak November 1973, kini kembali hadir dengan citra barunya.
Hyatt Regency Bali menampilkan estetika klasik mutakhir Pulau Dewata dalam balutan desain dan fasilitas yang kontemporer. Masih mempertahankan desain yang sarat budaya Bali, Hyatt Regency Bali merestrukturisasi desain kamar dan ruangannya dengan sentuhan interior Jepang, seperti hiasan dinding bambu dan Japanese paper chandelier di area masuk spa.
Tak hanya itu, area spa pun diperluas dengan berbagai fasilitas wellness kekinian yang sebelumnya tidak tersedia di Bali Hyatt, seperti yoga studio, steam, sauna, outdoor plunge pool di tiap ruangan spa, lengkap dengan perawatan-perawatan unik seperti water shiatsu.
Baca juga: Hotel Tepi Tebing di Uluwatu ini Bisa Jadi Pilihan Liburan Akhir Tahun
Lewat renovasi besar ini, Hyatt Regency Bali optimis menjangkau pengunjung Sanur yang kini didominasi usia muda dengan karakter yang dinamis. Berbagai inovasi dan fasilitas dikembangkan di tengah hamparan penghijauan rindang yang memenuhi hingga 70% area Hyatt.
“Kami bangga bisa memperkenalkan identitas baru Hyatt Regency ini kepada khalayak dunia. Dengan pengembangan struktur dan fasilitas hotel ini, kami bersemangat untuk menyambut para pengunjung baru dan pengunjung setia Hyatt, yang menantikan modernisasi dari kemewahan desain dan estetika Bali ini,” ujar General Manager Hyatt Regency Bali, Zulki Othman.
Menempati area seluas 9 hektar, Hyatt Regency Bali menjadi salah satu proyek pengembangan hotel terbesar di area Sanur Bali, dengan area penghijauan yang dirancang oleh seniman lanskap tropis terkenal, Made Wijaya.
Dalam proses renovasinya, Hyatt Regency Bali tetap mempertahankan pepohonan tua dan lebih dari 500 spesies tanaman asli di area penghijauannya yang telah difiturkan oleh berbagai buku internasional mengenai desain, lanskap tropis, dan spa.
Baca juga: Artotel Group Operasikan Hotel Baru di Kota Batu
Secara konsep, desain masih mengusung gaya klasik Bali Hyatt, dengan penggunaan ubin terakota, patung, dan chandelier untuk mengukuhkan kemewahannya yang bersahaja. Namun, demi melahirkan kesan yang jauh lebih segar, Hyatt Regency Bali melakukan relokasi untuk ornamen-ornamen klasik ini.
Relokasi ukiran ditempatkan di belakang check-in hingga ornamen batik cap dari desain kamar versi pertama Bali Hyatt yang kini dipajang sebagai instalasi di Regency Club Lounge. Hyatt Regency Bali juga berlokasi strategis, menghadap area pantai seluas 500 m, yang sekaligus merupakan area pantai terluas di Sanur.