Listrik Padam Seharian, Berapa Beban Biaya Genset Gedung-gedung Penting di Jakarta?

By 4 August 2019News

PROPERTY INSIDE – Hampir seharian listrik padam di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa liannya hari ini, Minggu (4/8).  PLN melaporkan gangguan listrik terjadi mulai pukul 11.45 WIB, karena saluran udara tegangan ekstra tinggi Ungaran-Pemalang terjadi gangguan.

Banyak gedung-gedung dan instansi penting yang tentunya sangat bergantung pada pasokan listrik, seperti rumah sakit, mal, hotel, atau gedung perkantoran. Mau tidak mau mereka harus menggunakan sumber energi cadangan listrik melalui mesin-mesin generator, agar aktifitasnya tidak terganggu.

Bagi pengelola gedung-gedung yang disebut diatas tadi tentunya penting untuk mengetahui berapa estimasi pemakaian bahan bakar penggerak generator agar dapat berjaga-jaga dan mengkalkulasi biaya tak terduga ini.

Bagaimana sebenarnya hitungan konsumsi listrik untuk rumah sakit, mal, hotel, dan gedung perkantoran? Beberapa pabrikan mencantumkan konsumsi bahan bakar per jam untuk output daya tertentu pada generator produksinya.

Baca juga: MRT Jakarta, Fase III Hubungakan Kalideres – Ujung Menteng

Misal, suatu generator akan mengkonsumsi 6,5 liter solar per jam jika bekerja pada daya 25 kva. Tapi beberapa pabrikan lainnya tidak mencantumkan pemakaian bahan bakar pada spesifikasinya. Berdasarkan pada kalkulasi total daya beban dari peralatan yang menggunakan listrik, maka dapat diestimasi pemakaian bahan bakar generator.

Adapun konsumsi bahan bakar spesifik sebuah generator, berdasarkan pada jumlah pemakaian bahan bakar yang dibagi dengan daya output motor penggerak. Dalam perhitungan estimasi yang dilakukan disini, daya output motor penggerak (brake horsepower, flywheel horsepower) dianggap sama dengan daya yang dikonsumsi (daya beban), walau sebenarnya ada faktor effisiensi.

Jika tidak tercantum pada spesifikasi yang ditulis pabrikan generator, maka dapat dihitung untuk generator yang menggunakan Otto Engine (bensin) adalah 273-227 g/kw/hr, atau nilai rata-rata =  250 g/kw/hr.

Sementara untuk mesin Diesel engine (solar) adalah 209-178 g/kw/hr, dengan nilai rata-rata = 194 g/kw/hr. Berat jenis suatu bahan bakar bergantung pada temperatur dan kandungannya, secara umum dapat diambil rata-rata untuk bensin 0,745 kg/l, sementara solar 0,832 kg/l.

Jika beban listrik adalah 10.000 watt atau 10kw, dan digunakan terus-menerus selama 24 jam sehari. Harap perhatikan satuan daya, jika menggunakan satuan kva maka harus dikalikan power factor untuk mendapat daya dalam watt.

Baca juga: KPR Subsidi BTN, Hingga Juni Nilainya Rp 19,7 Triliun

Maka berdasarkan nilai rata-rata Specific Fuel Consumption; untuk generator berpenggerak motor bensin adalah 250 x 10 x 24 = 60000 g/hari = 60 kg/hari. Jika berat jenis bahan bakar bensin adalah 0,745 kg/l, maka dalam satuan liter adalah 60 / 0,745 = 80,54 liter per hari.

Sementara untuk generator berpenggerak motor diesel sebesar 194 x 10 x 24 =  46.560 g/hari = 46,56 kg/hari. Jika berat jenis bahan bakar solar adalah 0.832 kg/l, maka dalam satuan konsumsi bahan bakar dalam satuan liter adalah 46,56/0.832 = 55,96 liter per hari.

Tinggal dikalkulasi berapa luasan penggunaan listrik di masing-masing gedung yang disesuaikan dengan jumlah kapasitas generatornya. Seperti diketahui, pada tahun 2011 lalu, International Finance Corporation (IFC) melaporkan bahwa rumah sakit di Ibu Kota rata-rata menggunakan listrik sebanyak 270 kWh/m2, sedangkan mal 297 kWh/m2, hotel 293 kWh/m2, dan perkantoran 240 kWh/m2.

Share this news.

Leave a Reply