Rumah MBR, Investor Asing Harus Sinergi dengan Pengembang Lokal

By 16 September 2019Property News

PROPERTY INSIDE – Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat mengaku bahwa sejumlah investor asing tertarik untuk investasi dalam pembangunan rumah rakyat untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menurut Khalawi, keseriusan pemerintah dalam Program Sejuta Rumah dinilai para investor sangat positif. Hal itu dikarenakan kebutuhan rumah untuk masyarakat di Indonesia masih cukup tinggi.

Baca juga: Presiden Real Estat Dunia: Potensi Besar, Indonesia Pasar Yang Menarik

Presiden Federasi Real Estat Dunia atau The International Real Estate Federation (FIABCI) Waleed Mousa saat berjumpa Khalawi dalam acara Asia Pacific Real Estate Congress (APREC) 2019 di Jakarta pada akhir pekan lalu mengatakan pihaknya sangat mendukung berbagai terobosan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk membangun rumah bagi masyarakatnya.

Menurutnya, perumahan merupakan sektor yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia karena jumlah populasi yang cukup banyak sehingga membutuhkan hunian yang layak.

Baca juga: Super Deduction Tax Untuk Investor Terkait Destinasi Wisata Prioritas

“Program Satu Juta Rumah di Indonesia ini sangat menarik karena pemerintah dan swasta ikut turun tangan dalam pembangunan rumah bagi masyarakatnya. Banyak pengembang melihat potensi di sektor perumahan di Indonesia,” terangnya.

Sementara itu Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata yang juga Presiden FIABCI Asia facific menyatakan, pihak REI siap mendukung pemerintah dalam pembangunan Program Satu Juta Rumah.

Saat ini, kebutuhan rumah yang cukup banyak di Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk para pengembang. Menurut Eman sapaan akrab Soelaeman Soemawinata, kami tidak melihat adanya investor asing yang ingin masuk berinvestasi di sektor perumahan bukan sebagai ancaman.

Baca juga: Pasar Properti, Penetrasi Dengan Produk Yang Dibutuhkan Konsumen

Eman menyarankan, mereka harus mempelajari dan membuat perencanaan yang matang dan kami siap menjadi mitra dengan para investor tersebut agar program satu juta rumah bisa lebih baik lagi.

Selain itu, kehadiran investor asing ini tetap harus sinergi dengan pengembang lokal. Karena menurutnya, yang tahu karakteristik pasar dan kendala di lapangan adalah pengembang lokal.

“Namun para investor tersebut memiliki kelebihan dari sisi teknologi, keuangan namun soal pasar dan lainnya mereka tak paham. Untuk itu perlu sinergi dan bekerjasama,” jelas Eman.

Baca juga: Totok Lusida, Daftar Caketum Dengan Mengusung Konsep 7 Pilar Plus

Eman berharap, sebaiknya kehadiran investor tersebut bisa melalui asosiasi seperti REI dan dibawah kordinasi FIABCI. Karena di FIABCI ada tiga principal  penting yaitu developer, marketing atau agen marketing dan juga planner.

“Ini akan memberikan kemudahan bagi investor untuk mengetahui prospek pasar dan lainnya jika ingin berinvestasi di Indonesia karena semua bisa ditanyakan secara detail, mulai dari pemasaran, hingga perencanaan proyek,” tegas Eman.

 

Share this news.

Leave a Reply