Kala Royal Enfield Dimodifikasi Dengan Struktur Rancang Bangun Arsitektur

By 8 October 2019Life Style

PROPERTY INSIDE – Merancang bangunan atau gedung-gedung yang unik, nyentrik penuh estetika tentu sudah awam saja bagi seorang arsitek. Namun bagaimana jika arsitek ditantang untuk mendesain ulang atau memodifikasi sepeda motor?

Adalah Julian Palapa, seorang arsitek pendiri firma arsitektur Hello Kilau yang berbasis di Jakarta, yang menerapkan interpretasi berbeda dalam melihat modifikasi motor. Julian tertantang memodifikasi Royal Enfield Himalayan.

Meski awalnya gamang, namun akhirnya Julian mengikuti kompetisi modifikasi Royal Enfield bertajuk RE-Build dari dealer resminya, PT Distributor Motor Indonesia (DMI).

Baca juga: Karakter Kelam Dan Berantakan Gotham City Ada Di Dunia Nyata

“Pada awalnya saya ragu untuk mengikuti RE-Build. Setahu saya, yang ikut kompetisi itu builder papan atas semua. Mendengar nama-nama kontestan saja membuat saya kecil hati,” tutur Julian.

Pria kelahiran 43 tahun lalu ini lantas mengumpulkan 3 tim arsiteknya untuk bersama-sama brainstorming merancang, desain modifikasi Royal Enfield Himalayan yang terbilang maskulin ini.

“Saya menerapkan filosofi desain rancang bangunan yang fungsional. Proposal desainnya pun terkesan bergaya ala firma arsitektur. Bukan anak motor,” jelas Julian.

Bagi Julian, Royal Enfield Himalayan adalah motor dengan karakter laksana petualang tangguh. “Nah, bagaimana caranya karakter kuat tersebut kita ubah sedikit untuk menambah kelincahan motor ini dalam menerabas mobilitas metropolitan,” jelas Julian.

Julian mengimplementasikan tiga variabel penting dalam desain arsitektur. Pertama adalah firmitas atau struktur rancang bangun, lalu utilitas atau fungsi bangunan dan yang terakhir adalah venustas atau estetika.

Baca juga: Desain Arsitektur RSJ Bak Arkham Asylum Takkan Menyembuhkan Orang Seperti Joker

“Tiga variable ini adalah yang terdasar dalam merancang sebuah bangunan. Saya coba untuk membawa nilai ini ke dalam Royal Enfield Himalayan. Saya menghindar dari typecast desain tertentu, agar tetap relevan dalam keadaan apa pun. Yang penting beauty follows function.”

Motor modifikasi dinamakan .02View (second view) oleh Julian untuk menggambarkan cara pandang berbeda yang diambilnya saat mengembangkan konsep motor ini. Dalam proposalnya, Julian menggambarkan secara detail tiap-tiap bagian dari rencana modifikasinya.

Saat DMI menyatakan desainnya lolos, Julian tidak menyangka, dan takjub. “Kok bisa ya desain saya terpilih dari antara karya para suhu modifikasi motor di Indonesia? Selanjutnya, ditantang oleh para juri untuk menyelesaikan desainnya menjadi kenyataan hanya dalam waktu 7 bulan.”

“Kehadiran .02View  bukan untuk berkompetisi. Bukan untuk menunjukkan siapa lebih unggul. Saya hanya menyajikan sisi pandang baru, yang personal dari profesi seorang arsitek, dalam memodifikasi motor,” tutup Julian.

Share this news.

Leave a Reply