PROPERTY INSIDE – Raksasa properti asal Cina, Homnicen Group tertarik berinvestasi di kawasan Aerocity Bandara Kertajati, Jawa Barat. Mereka berencana mengembangkan creative tehcnology centre dan business park di Aerocity pertama di Indonesia tersebut.
Homnicen Group melalui anak usahanya, Guiyang Hongyi Real Estate Developmet Co,. Ltd, telah menandatangani nota kesepahaman dengan anak usaha PT BIJB Aerocity Development (AD), PT Bandar udara Internasional Jawa Barat (BIJB), di sela West Java Investment Summit (WIJS) 2019 di Bandung, Jumat (18/10) akhir pekan lalu.
Direktur PT PT BIJB Aerocity Development, Alfiansyah seperti dilansir Tempo.co mengatakan, seluruh kluster yang dibidik Homnicen itu menembus 1.300 hektare. Creative technology center sekitar 800 hektare, dan bussiness park 500 hektare.
“Setelah nota kesepahaman, progres menuju kesepakatan diharapkan tidak akan lebih dari 6 bulan,” jelasnya.
Baca juga: Groundbreaking Desember, Grand Anila Motor Pembangunan Kertajati Aerocity
Lebih lanjut Alfi mengatakan, penjajakan dengan Homnicen sudah dilakukan sejak Januari 2019. Nilai investasi yang ditanam untuk pengembangan seluruh kluster tersebut menembus Rp 100 triliun.
“Kalau inisiasi investasi sekitar Rp 2-3 triliun, baru untuk pembebasan lahan, pematangan lahan, dan sebagainya. Tapi kalau untuk pembangunan dan sebagainya proyek ini diperkirakan di atas Rp 50 triliun sampai Rp 100 triliun,” kata Alfi.
Alfi mengatakan, Homnicen tengah membidik sejumlah proyek properti di sejumlah tempat di Indonesia, hingga akhirnya memutuskan menanam investasinya pada proyek Aerocity Bandara Kertajati.
“Mereka melihat jumlah penduduk Jawa Barat besar, spending besar, dan saat ini memang negara-negara yang bisa growth di atas 5 persen terbatas sekali. Dan Indonesia salah satunya, dan growth Jawa Barat termasuk paling tinggi di Indonesia bahkan di atas nasional rata-ratanya,” sebutnya.
Baca juga: Ridwan Kamil Lakukan Groundbreaking Horison Ultima Kertajati
Homnicen sendiri merupakan 10 besar perusahaan properti terbesar di Cina. Proyek terbesar mereka di Provinsi Guiyang. Homnicen membangun rumah sakit, hotel, perkantoran, gedung dan lain-lain.
PT BIJB Aerocity Development, jelas Alfi, tengah bersiap memulai pengembangan proyek Aerocity. PT BIJB misalnya sudah bekerja-sama dengan PT PP Pro untuk membangun apartemen untuk hunian.
“Kita targetkan November ini ground-breaking tahap 1. Mudah-mudahan sampai 2024 sudah bisa selesai. Sekarang segala perizinan sudah kita lengkapi. Ketika ada investor mau masuk, kita sudah menyiapkan segala fasilitasnya,” kata dia.
Saat ini Kertajati memang membutuhkan properti dengan captive market kurang lebih 1.500 pekerja airport, dari karyawan bandara, karyawan ground-handling, dan karyawan pendukung namun belum ada fasilitas perumahan yang memadai.




