Bendungan Ladongi Ditargetkan Rampung 2020

By 17 December 2019Infrastructure

PROPERTY INSIDE – Pembangunan Bendungan Ladongi terus dikebut dan ditargetkan rampung pada tahun 2020. Progres pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) ini telah mencapai 76 persen.

Pengerjaan mega proyek yang menelan dana Rp 844 Miliar ini telah memasuki tahap pengaliran sungai. Hal ini ditandai dengan dilangsungkannya kegiatan pengelakan sungai (River Divertion) pada akhir September 2019 lalu.

Baca juga: Tol Balsam Seksi 2-4 Siap Diresmikan Sebelum Natal 2019

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi memuji progress signifikan serta kelancaran pembangunan proyek KSO Hutama Karya dan Bumi Karsa ini. “Kami mengapresiasi kinerja Hutama Karya dan Bumi Karsa dalam pembangunan proyek ini. Kami berharap, proyek ini dapat selesai on time karena dapat berdampak pada peningkatan potensi agrobisnis di wilayah Kolaka Timur,” kata Ali seperti dilansir bumn.go.id, Selasa (17/12).

General Manager Depkon II Hutama Karya, Andung Damar Sasongko menyatakan bahwa selain dapat menahan aliran Sungai Ladongi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, bendungan ini juga dapat menampung air dengan kapasitas hingga 45 juta meter kubik daya tampung.

“Dengan dilakukan pengelakan, maka air sungai dapat mengalir melalui saluran pengelak sehingga tubuh bendung dapat dimulai dan dikerjakan konstruksinya. Dengan begitu proyek dengan kebutuhan lahan 236 hektar dapat terus dikebut pengerjaannya.”

Baca juga: Diresmikan Jokowi, Tol Layang Japek Kurangi Kemacetan Hingga 30%

Nantinya bendungan ini, lanjut Andung, dapat mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektare secara berkelanjutan sehingga diharapkan produktivitas lahan pertanian meningkat.

Saat ini sawah-sawah disekitar Bedungan Ladongi dapat memproduksi 22.120 ton padi per tahun. Dengan adanya Bendungan ini, maka ditargetkan air yang dialirkan dapat membantu peningkatan produksi padi menjadi 54.060 ton per tahun.

“Selain dapat dinikmati petani, Bendungan Ladongi juga akan menjadi sumber air baku sebesar 0,12 m3 per detik, pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW serta mereduksi banjir sebesar 132,25 m3 per detik.”

Selain lanjut Andung, kawasan Bendungan Ladongi juga diperkirakan dapat membuka potensi sektor wisata baru di daerah Sulawesi Tenggara khususnya Kolaka Timur.

Share this news.

Leave a Reply