Hotel-hotel Tutup Akibat Bencana Corona, Terbanyak di Jawa Barat

By 16 April 2020Hospitality

PROPERTY INSIDE – Sejak pandemi covid-19 menghantam Indonesia, bisnis pariwisata merupakan sektor yang paling terpukul. Perhotelan mengalami penurunan okupansi yang sangat drastis, akbiatnya banyak hotel yang tutup & tidak beroperasi.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat saat ini sudah ada 1.642 hotel di seluruh Indonesia yang terpaksa tutup karena wabah Covid-19. Yang terbanyak berada di Jawa Barat, sebanyak 501 hotel, kemudian Bali 281 hotel, dan Jakarta 100 hotel.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani dalam konferensi videonya Kamis (16/4/2020).mengatakan bahwa akibat penutupan hotel-hotel tersebut, industri pariwisata berpotensi kehilangan pendapatan hingga puluhan triliun.

Baca juga: Siapkan Anggaran Rp500 Miliar, Kemeparekraf Bantu Sektor Wisata & Pekerja Kreatif

“Dari wisatawan asing potential loss-nya bisa sampai Rp60 triliun, sementara dari wisatawan asing yang datang ke hotel bisa sampai Rp30 triliun,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan sepanjang Januari hingga Februari 2020 hanya mencapai 2,16 juta orang. Jumlah ini turun 11,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pada Februari 2020 tingkat keterisian hotel berbintang rata-rata berada pada posisi 49,2 persen, sedangkan saat ini tingkat hunian hotel mendekati nihil. Hal ini terjadi juga dengan industri restoran.

Baca juga: Demi Bertahan Saat Pandemi Corona, Hotel Di Yogya Diskon Besar-Besaran

Haryadi seperti dilaporkan Bisnis, mengatakan bahwa untuk perhotelan, daerah wisata menjadi yang paling merasakan penurunan jumlah kunjungan, seperti di Sulut, Bali, dan Batam. Dengan turunnya jumlah kunjungan, banyak hotel yang sudah memberhentikan pekerja harian dan melakukan cuti di luar tanggungan perusahaan bagi pekerja kontrak.

Sementara itu, untuk hotel yang memang masih buka, umumnya sebagai upaya agar masih mendapatkan pemasukan dan aliran kas tetap terjaga. Hotel yang masih beroperasi umumnya menerapkan waktu kerja secara bergiliran untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Kami sudah mengajukan beberapa rekomendasi keringanan terkait dengan perpajakan, baik bagi pemilik hotel, hingga bagi tenaga kerja. Setidaknya sampai kondisi pulih kembali,” ungkap Haryadi.

Share this news.

Leave a Reply