PROPERTY INSIDE – Kondisi ekonomi yang belum menentu saat pandemi corona seperti sekarang ini membuat masyarakat tidak berminat membeli rumah, meski pemerintah sudah memberikan beberapa stimulus.
Salah satu stimulus yang diberikan pemerintah adalah subsidi selisih bunga KPR perumahan yang telah resmi bergulir sejak 1 April 2020 lalu. Pemerintah menganggarkan hingga Rp 1,5 triliun untuk stimulus ini.
Baca juga: Mulai April 2020 Bantuan DP Rumah Subsidi Resmi Berjalan, Begini Aturannya
Namun, hingga kini stimulus subsidi selisih bunga belum diminati masyarakat. Terbukti hingga saat ini belum ada konsumen yang menggunakan stimulus subsidi bunga ini.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan bahwa hingga kini belum ada debitur yang menggunakan stimulus tersebut.
Eko menyebutkan bahwa program stimulus tersebut sudah mulai ditawarkan di bank penyalur dan sudah masuk dalam program kerjanya. Hanya saja, program lain diperkirakan masih menjadi pilihan.
“Mungkin pasar atau calon debitur belum tertarik karena masih ada alternatif lainnya seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan [FLPP] dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan [BP2BT],” katanya seperti dilansir Bisnis, Senin (27/04)
Baca juga: Hadapi Corona, Pemerintah Bantu DP & Bayar Selisih Bunga KPR Subsidi
Adapun, dengan kondisi pandemi saat ini, para calon debitur diperkirakan sedang tidak berfokus untuk memulai pembiayaan perumahan. Sementara itu, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan juga tengah membahas mengenai relaksasi pada skema subsidi lainnya.
“Relaksasi akan ada di semua outstanding KPR bersubsidi yang terdampak Covid-19. Untuk skemanya masih dibahas,” tuturnya.







