PROPERTY INSIDE – Govinda Singh, Executive Director and Head of Hotels & Leisure for Valuation & Advisory Services Collier International menyatakan adanya pembatasan perjalan bisnis dan wisata terkait lockdown yang dilakukan hampir seluruh negara membuat kinerja hotel-hotel di di Asia Pacifik kinerjanya kurang baik.
Penjelasanan Govinda ini terkait kineja industri perhotelan pada kuartal 1 2020 lalu. Dirinya pun menegaskan bahwa prospek industri properti di kawasan Asia Pacific masih belum pasti.
Baca juga: Ekonomi Lesu, REI: Pemerintah Harus Gerakan Industri Properti
“Kami berharap adanya paket stimulus pemerintah yang kuat, kebijakan dan fundamental ekonomi yang kuat dalam jangka pendek ini agar industri perhotelan kembali menguat dan pulih,” tegasnya melalui keterangan pers beberapa waktu lalu.
Menurut Govinda yang harus diantisipasi dalam waktu dekat ini adalah bagaimana penyelesaian pandemi ini. Pemilik hotel sudah melakukan langkah pencegahan dengan menghentikan operasional hotel.
Baca juga: Perumahan Asya Lakukan Rapid Test Gratis Untuk Masyarakat Umum
“Kalau pun ada yang beroperasi tentunya ada penurunan tajam dan ini dirasakan di semua tingkatan hotel, dengan skala menengah dan lebih rendah mengalami penurunan paling curam. Dan jika dibandingkan pada 2003 terkait wabah SARS kondisi hotel di kota-kota utama Asia beda dengan sekarang,” jelasnya.
Sementara itu Ferry Salanto, Kepala Riset Colliers International Indonesia menyebutkan bahwa kinerja hotel di beberapa kota utama di Indonesia belum menunjukkan kinerja yang buruk. “Kondisi penurunan ini sudah terjadi sebelum Pandemi dan hingga kini menurun tajam,” imbuhnya.
Baca juga: Jika Mal Kembali Dibuka, Grand Indonesia Siapkan Protokol New Normal
Menurutnya, belum pasti apakah rebound yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan terkait industri perhotelan di Asia Pacifik.
“Sudah seharusnya para pelaku bisnis perhotelan untuk meninjau strategi bisnisnya. Harus ada komunikasi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.
Selain itu, terkait harga unit kamar menurut Govinda jangan diturunkan. “Sebaliknya, kami menyarankan hotel mengambil pendekatan yang lebih bijaksana untuk mengembangkan strategi penetapan harga,” saran Govinda.








