Dampak Covid-19, Sektor Pariwisata Butuh Komunitas Investasi Sosial

By 16 June 2020News

PROPERTY INSIDE – Pandemi Covid-19 memberikan tantangan bagi semua sektor untuk beradaptasi agar dapat bertahan. Seperti pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang kebanyakan adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Inovasi keuangan dan kewirausahaan, seperti crowdfunding, investasi filantropi, kemitraan publik-swasta, dan “socialpreneur” bisa menjadisolusi yang efektif guna menjawab tantangan di masa “new normal”.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.

Baca juga: Tapera, “Pending Issues” Tanpa Suara Publik

Menurutnya lagi dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas investasi sosial untuk mendorong pengembangan sektor pariwsiata dan ekonomi kreatif lokal.

“Selain itu untuk meningkatkan kapasitas bisnis UMKM serta menstimulus sektor-sektor yang terkena dampak dengan membangun kembali ekosistem bisnis yang kondusif,” imbuhnya.

Nah, memasuki masa new normal, digitalisasi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar dapat menunjang pelaku usaha, khususnya UMKM untuk dapat bertahan dalam masa ini.

Baca juga: Ekonomi Lesu, REI: Pemerintah Harus Gerakan Industri Properti

Adaptasi dalam masa ini bukanlah hal yang mudah, kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah sangat dibutuhkan.

Pemerintah Indonesia mendukung dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan kondusif untuk investasi, termasuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Indonesia berupaya sebaik mungkin untuk menjadikan konsep pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan dan target pengembangan.

Baca juga: Jabodetabek – Punjur, Digagas Menjadi Kawasan Terbesar Kedua Setelah Tokyo

Ia mengatakan Indonesia merupakan tempat yang kondusif untuk berinvestasi karenamemiliki potensi yang besar dalam hal pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk di dalamnya keragaman budaya dan sumber daya alam.

Hal ini dapat menjadi nilai tambah yang tinggi bagi perkembangan sektor ekonomi kreatif yang diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu kekuatan industri kreatif dunia.

Baca juga: Lawan Covid-19, Pariwisata Bintan Siap Sambut New Normal

Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia juga dilakukan untuk mendukung pencapaian SDGs. Implementasi bersifat inklusif bagi masyarakat lokal, mengusung semangat kesetaraan gender, dan tanggung jawab budaya-alam.

“Berinvestasi di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia akan dapat mempercepat upaya pembangunan kembali dan rejuvenasi serta terus mendorong pencapaian SDGs,” jelasnya.

Share this news.

Leave a Reply