PROPERTY INSIDE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio ingin agar kawasan pariwisata terintegrasi Bakauheni, Lampung, bisa menjadi destinasi wisata baru di tepi laut favorit wisatawan.
Pembangunan kawasan akan dilakukan bersama oleh ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) (ITDC), Hutama Karya, dan Pemerintah Provinsi Lampung.
Pengembangan kawasan ini tidak lepas dari potensi market yakni trafik baik kendaraan maupun orang yang melintasi Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dengan memanfaatkan kapal penyeberangan ferry Merak-Bakauheni.
Baca juga: Bakauheni, Bakal Jadi Destinasi Wisata Tepi Laut
Apalagi dengan program infrastruktur yang dicanangkan Presiden Joko Widodo berupa pembangunan jalan tol sehingga Banda Aceh hingga Banyuwangi terhubung setidaknya sampai jumlah trafik orang dan kendaraan juga dipastikan akan meningkat.
Tol Trans Sumatera yang saat ini baru beroperasi dari Lampung ke Palembang saja, peningkatan trafik sudah mencapai 40 persen dimana pada 2019 tercatat hampir 23 juta orang yang melintasi kawasan ini.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, kalau 10 persennya saja dari jumlah itu (ditarik sebagai wisatawan), sudah besar sekali.
Baca juga: Sinar Mas Land Lansir Klaster Baru Di Grand Wisata Bekasi
Jadi kita berusaha mencoba menangkap potensi itu dengan memastikan rencana pengembangan yang baik. Mulai dari konsep hingga pembangunan fisik. Ditargetkan pada 2024 pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi di Bakauheni ini bisa selesai,” imbuhnya.
Sementara Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, dengan dibangunnya kawasan terintegrasi pariwisata di Lampung Selatan diharapkan dapat menjadikan Bakauheni sebagai destinasi alternatif. Khususnya bagi warga ibukota maupun sejumlah provinsi di Sumatera juga wisatawan lokal untuk berwisata.
Baca juga: Pasar Properti, Pengamat: Terus Bergerak Jangan Berhenti
Lampung dikatakannya memiliki deretan potensi pariwisata indah dan menarik lainnya. Seperti Anak Gunung Krakatau, Pulau Kiluan, dan Pulau Pahawang.
“Inilah yang coba kita bangun bersama dan ditargetkan semua selesai di tahun 2024 dan tentunya dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. Terkait perizinan, kemudahan, dan hal pendukung lainnya tanggung jawab kami untuk segera diselesaikan,” kata Arinal Djunaidi.
Baca juga: Jawab Kebutuhan Pasar, Paramount Luncurkan Japanese Healthy Living
Hal senada dikatakan Menteri BUMN Erick Thohir yang berharap dengan kerja sama yang baik antara BUMN, BUMD, dan juga didukung pemerintah daerah dan pihak swasta, akan dapat membangun ekosistem bisnis yang sehat.
“Kita tidak perlu menunggu untuk menyelesaikan seluruhnya (kawasan) secara komplit. Tapi bagaimana bisa menyelesaikan ini dari poin-poin terpentingnya. Misalnya dimulai dari Menara Siger ini,” kata Erick Thohir.
Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, daya tarik wisata akan berkembang jika ditunjang dengan konektivitas yang baik. “Saya berkomitmen untuk pariwisata, at any cost kita harus support,” kata Budi Karya.









