MRT Jakarta Bentuk Anak Usaha yang Berorientasi Transit

By 12 October 2020Property News

PROPERTY INSIDE – Dalam rangka mewujudkan perpaduan antara fungsi transit dengan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang bertujuan untuk mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang transportasi publik.

Untuk itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Transportasi Jakarta berkolaborasi melahirkan anak perusahaan baru yaitu PT Integrasi Transit Jakarta. Prosesi lahirnya anak usaha ini langsung dilakukan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar dan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo.

Baca juga: Pemerintah Terus Matangkan Konsep Hunian TOD

William Sabandar Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) mengatakan, PT ITJ merupakan anak perusahaan kolaborasi PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Transportasi Jakarta yang dibentuk untuk mengelola kawasan berorientasi transit dan peluang peningkatan intensitas koefisien lantai bangunan (KLB).

“Keduanya sebagai salah satu bentuk insentif dalam pembangunan kawasan berorientasi transit melalui perencanaan yang dilakukan oleh pengelola kawasan sepanjang koridor MRT Jakarta,” imbuh William.

Baca juga: KONSEP HUNIAN TOD PEMERINTAH TIDAK MENYENTUH RAKYAT BAWAH | PANANGIAN SIMANUNGKALIT

William menegaskan, sahamnya dimiliki 90 persen oleh PT MRT Jakarta (Perseroda) dan 10 persen oleh PT Transportasi Jakarta. Dengan lahirnya PT ITJ dapat menjadi perwujudan atas salah satu mandat utama MRT Jakarta yaitu membangun dan memelihara kawasan.

“Nantinya PT ITJ ini yang akan melakukan validasi permohonan pelampauan KLB, analisis kelayakan, dan pemeriksaan uji tuntas terhadap permohonan pengajuan pelampauan KLB dari pengembang,” terang William.

Baca juga: Rumah Subsidi, 2021 Anggarannya Untuk 157 Ribu Unit

Sebelumnya, pada awal 2020 lalu, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga bekerja sama dengan PT KAI (Persero) melahirkan perusahaan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek yang akan mengelola kawasan di 72 stasiun kereta se Jabodetabek.

Bentuk kolaborasi ini menunjukkan bahwa badan usaha milik pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bekerja sama menghadirkan layanan transportasi dan tata kota yang terbaik bagi masyarakat.

Share this news.

Leave a Reply