PROPERTY INSIDE – Total pasokan Apartemen Sewa tahun ini tercatat sebanyak 152.125 unit di akhir September. Laporan MarketBeat Cushman & Wakefield mencatat salah satu proyek baru Apartemen Servis masuk ke dalam pasar Apartemen Sewa Jakarta selama kuartal ketiga 2020 adalah The Intercontinental Residence Jakarta Pondok Indah.
Apartemen ini telah menambahkan 193 unit ke pasokan eksisting Apartemen Servis Jakarta yang kini berjumlah 5.390 unit. Beberapa proyek Apartemen Servis yang masih dalam proses konstruksi, seperti Somerset Kencana dan Somerset Sudirman yang sebelumnya diperkirakan untuk mulai beroperasi di akhir 2020, mungkin akan tertunda dikarenakan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.
Laporan dari konsultan properti global ini juga mencatat bahwa tidak ada permintaan dari penyewa ekspatriat yang tercatat selama periode ini, selaras dengan masih berlakunya pembatasan perjalanan untuk masuk ke Indonesia. Hal ini juga berlaku pada kontrak sewa yang berakhir dan tidak diperbarui lagi, dikarenakan beberapa ekspatriat yang pulang ke negara asalnya dan beberapa perusahaan yang menghentikan sementara kegiatan operasionalnya selama pandemi.
Baca juga: Tidak Ada Pasokan Lahan Industri Baru Sepanjang Tahun 2020
Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Juli dan Agustus sempat sedikit menaikkan tingkat hunian Apartemen Servis ke 43,4%, dengan adanya permintaan dari tamu yang menginap untuk jangka pendek (yang didominasi oleh penduduk lokal) untuk staycations pada akhir pekan, meski dengan adanya tambahan pasokan selama kuartal ini.
Jika pembukaan aktivitas ekonomi dan bisnis di Jakarta berlanjut secara bertahap, permintaan tamu jangka pendek ini diperkirakan dapat memperbaiki tingkat hunian dalam sub-sektor ini pada kuartal-kuartal selanjutnya.
Walaupun Apartemen Khusus Sewa juga terdampak dari kontrak sewa yang tidak diperbarui dan penundaan transaksi penyewaan baru selama kuartal ini, tingkat huniannya secara umum masih dapat dipertahankan di 59,7%, dikarenakan banyaknya sewa jangka panjang yang masuk sebelum pandemi.
Baca juga: Pasokan Apartemen Q3 2020 Naik 114%, Meikarta Penyumbang Terbanyak
Hunian pada sub-sektor ini diproyeksikan untuk tidak mengalami perubahan secara relatif hingga akhir tahun ini. Sebaliknya, sub-sektor Kondominium Sewa mengalami penurunan tingkat hunian yang lebih tajam sebanyak 2,0% dari kuartal sebelumnya, ke 55%, walau dalam perbandingan year-on-year angka ini masih lebih tinggi dibanding tingkat hunian pada periode yang sama di 2019.
Meskipun terjadi fluktuasi Rupiah terhadap Dolar AS pada kuartal ketiga, harga sewa rata-rata untuk Apartemen Khusus Sewa dan Apartemen Servis masih tidak mengalami perubahan secara relatif, masing-masing berada pada Rp 241.550,00 dan Rp 370.431,00 per meter persegi per bulan.
Namun, penurunan hunian di Kondominium Sewa menyebabkan harga sewa rata-rata menurun sebanyak 5,2% dari kuartal sebelumnya ke Rp 156.973,00 per meter persegi per bulan, dengan pemilik unit individual telah bersiap untuk menerima harga sewa yang jauh lebih rendah di tengah berlangsungnya pandemi. Secara umum, harga sewa diperkirakan untuk tetap berada di bawah tekanan hingga akhir tahun.









