PROPERTY INSIDE – Saat ini tak banyak pengembangan superblock yang dilakukan oleh developer. Selain membutuhkan lahan yang luas, pengembangan konsep mixed use development ini juga memerlukan modal besar.
Secara konsep, proyek seperti ini akan memudahkan masyarakat beraktifitas karena menyatukan antara hunian dan ruang aktifitas mulai dari perkantoran hingga lifestyle.
Salah satu proyek yang tetap eksis mengembangkan konsep tersebut adalah Ciputra International yang dikembangkan Ciputra Group yang berada di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat.
Baca juga: Stimulus Pemerintah Dorong Pembelian Apartemen Di Citra Landmark
Proyek yang mengintegrasikan kawasan residensial dengan komersial ini terdiri dari perkantoran, hunian (apartemen), area komersial dan nantinya juga akan ada hotel dengan luas lahan 7,4 hektar.
Andreas Raditya General Manager Marketing Ciputra Group mengatakan, meski dalam tekanan pandemi Covid-19 penjualan Ciputra Internasional di tahun 2020 lalu hingga kini cukup menggembirakan.
Andreas mengakui, sebelumnya konsep pemasaran online yang belum banyak dimaksimalkan saat ini jadi salah satu kunci penting dalam memasarkan unit apartemen dan office di Ciputra International.
Baca juga: Kementerian PUPR : Masalah Perumahan Perlu Ditangani Dengan Serius
“Salah satu keunggulan dari proyek Ciputra International adalah konsepnya yang berbeda dibanding apartemen yang ada di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat,” tegasnya.
Faktor lokasi yang strategis, tentunya menjadi daya tarik bagi konsumen dan juga perusahaan skala nasional untuk menjalankan bisnisnya di Ciputra International. Tak terkecuali perusahaan start up, mereka melihat opportunity di Ciputra International dengan melihat dua hal yaitu, konsep dan lokasi.
“Apalagi untuk perusahaan rintisan atau perusahaan baru, mereka lebih memilih beli di Ciputra International dibanding harus sewa di ruko karena selain lebih murah tapi juga efesien dan memiliki fasilitas dan tentunya lebih berkelas. Lebih dari 50 persen pembeli kantor kita adalah perusahaan start up,” tegasnya.
Saat ini, kata Raditya, Ciputra International fokus pada pemasaran tower kedua yaitu San Fransisco yang terdiri dari unit one bedroom dan two bedroom dengan harga mulai dari Rp1 Miliaran. Sedangkan unit studio yang merupakan unit terkecil sudah terjual habis.
Baca juga: Musda REI DKI Jakarta, Anies: Pemprov Siap Berkolaborasi
Untuk memanjakan pemilik unit dalam menyewakan unitnya, Ciputra International telah menggandeng aplikasi pemasaran digital yaitu Travelio untuk memudahkan investor dalam menyewakan unit apartemennya.
“Ini tentunya akan lebih memudahkan dan profesional dalam pengelolaan sewanya, dan unit sewa akan lebih aman dan juga memiliki kepastian investasi,” jelas Andreas.








