BNSP Perpanjang Lisensi LSP Area

PROPERTY INSIDE – Akhir pecan lalu, Jum’at (21/05) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mendorong percepatan sertifikasi kompetensi di semua sektor, termasuk di sektor properti.

BNSP merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah yang bertugas melakukan Sertifikasi Personel dalam rangka menjamin Kompetensi Tenaga Kerja Indonesia dan mengembangkan daya saing tenaga kerja Indonesia, menjalankan PSKK (Program Sertifikasi Kompetensi Kerja).

Sejak 2018 BNSP  telah bekerja sama dengan memberikan lisensi kepada LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) untuk melakukan uji kompetensi profesi, termasuk salah satunya LSP Area Indonesia untuk properti  agen,broker atau pemasar properti.

Baca juga: PT Diamond Citra Propertindo, Aset Dan Laba Bersih 2020 Naik Hingga 109,77 %

Di sela-sela kegiatan Relisensi di kantor LSP Area Indonesia, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Muhammad Zubair menjelaskan bahwa salah satu tugas BNSP yakni mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten.

“Untuk itu, BNSP melakukan kerjasama dengan lembaga sertifikasi profesi untuk menguji para calon tenaga kerja apakah dia kompeten atau tidak berkompeten. Ini salah satu tugasnya, hingga saat ini di BNSP ini sekarang sudah ada 1950-an LSP, salah satunya adalah LSP Area Indonesia,” jelas Zubair.

Menurutnya lagi  Zubair, berkaitan dengan diberlakukannya masyarakat ekonomi asean, sertifikasi profesi yang diberikan berlaku di pasar bebas Asean. Semua tenaga kerja yang ingin bekerja di negara Asean itu wajib mengantongi sertifikasi profesi, termasuk profesi pemasar properti.

Baca juga: STRATEGI SUKSES MARKETING PROPERTI SAAT PANDEMI

“Jadi orang yang ingin bekerja di Malaysia ataupun di Singapura, ahli properti misalnya itu harus memiliki sertifikat dari indonesia. Sebaliknya, tenaga asing yang ingin bekerja di Indonesia, juga bisa diberikan sertifikasi kompetensinya dari LSP Area,”ujar Zubair.

Zubair menambahkan, kehadiran dirinya dan team BNSP ke LSP Area Indonesia terkait dengan permintaan pengurus LSP untuk melakukan relisensi yang akan jatuh tempo pada bulan Agustus mendatang.

“Kami mengapresiasi pengurus LSP Area Indonesia yang disiplin dan punya program jangka panjang. Meski belum jatuh tempo, sudah mengajukan izin perpanjangan kepada BNSP. Untuk itu kami melakukan penijauan berkaitan relisensi ini untuk melakukan verifikasi dokumen,” ujarnya di damping Ketua LSP Area Indra Utama.

Baca juga: DI TENGAH PANDEMI, KESUMA AGUNG SELARAS SUKSES PASARKAN PERUMAHAN URBAN

Zubair menambahkan, dokumen-dokumen yang sudah lengkap dan kami periksa ini akan kami bawa dalam pleno oleh jajaran petinggi BNSP untuk mendapatkan perpanjangan lisensi. “Dari hasil pengecekan sementara ini, kami tidak melihat adanya kekurangan dokumen mayor, hanya masalah administrasi saja,” ujar Zubaer.

Menurutnya lagi, kehadiran LSP Area Indonesia ini menjawab Surat Keputusan Menteri Perdagangan No.51 tahun 2017, sekaligus mengukuhkan LSP Area ini sebagai tempatnya agen properti, para pemasar dari pengembang properti untuk mendapatkan sertifikasi profesi yang telah dilisensi BNSP.

“Untuk itu saya berharap, mulai agen properti serta para pemasar dari perusahaan pengembang/ properti untuk bisa ikut uji kompetensi dan memiliki Sertifikasi Kompetensi Profesi di LSP Area Indonesia yang sudah diakui BNSP ,” imbuhnya.

Baca juga: Usung Konsep Millennial Friendly, Cluster Monterry Diburu Konsumen

Sementara Ketua LSP Area Indra Utama dalam kesempatan tersebut mengatakan, sejak 2019 hingga saat ini pihaknya sudah melakukan asesmen kepada 130 agen dan pemasar properti baik offline dan online. Sebanyak 87 orang telah dinyatakan (K) kompeten dan sisanya (BK) belum Kompeten.

Menurutnya, pengakuan kompetensi ini memang di butuhkan oleh pelaku usaha,  baik sebagai bentuk percaya diri, serta peraturan pemerintah terkait jasa perantara perdagangan properti. Saat ini sebagian besar instansi pemerintah dan swasta, sudah meminta lampiran SIUP4 dan Sertifikat Kompetensi jika ingin menawarkan jasa kerjasama.

“Cepat atau lambat, terlepas dari adanya ancaman hukuman badan dan denda, sertifikat kompetensi profesi agen/broker/pemasar properti serta SIUP4, sudah wajib dimiliki,” tegasnya.

Share this article:

Leave a Reply