Menata Kamar Tidur Eco-friendly

By 25 February 2018Design, News

PROPERTY INSIDE – Akhir-akhir ini banyak orang mengusung istilah eco-friendly dalam kehidupan sehari-hari. Eco-friendly kini tidak hanya menjadi suatu kesadaran untuk membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik dan lestari, namun juga menjadi gaya hidup terutama masyarakat urban di Indonesia.

Inti dari prinsip eco-friendly bagaimana kita dapat hidup dengan menimbulkan kerugian minimal atau tidak sama sekali pada lingkungan. Disamping melestarikan bumi untuk diwariskan pada anak-cucu, kita juga dapat hidup lebih sehat dengan menerapkan prinsip tersebut.

Kamar adalah salah satu tempat yang paling tepat untuk memulai langkah eco-friendly ini. Sepertiga dari waktu hidup kita di dunia dihabiskan dengan tidur, maka mengurangi paparan bahan kimia di kamar tidur akan menjadi investasi yang berharga bagi kesehatan Anda.

Jika Anda sering mendengar istilah “reduce, reuse, recycle” atau “Less waste, Less space dan Non-Toxic” ketiga konsep tadi juga dapat digunakan untuk menciptakan kamar tidur yang eco-friendly.

Contohnya dengan mengurangi penggunaan listrik dalam kamar dengan mengganti jenis lampu, mengganti penggunaan AC atau heater dengan kipas angin biasa.

alt text

Bagian rumah yang paling sering dipasang AC adalah kamar tidur, maklum sebagai tempat istirahat tentu saja penghuni rumah ingin agar saat istirahat menjadi maksimal tanpa ada gangguan kegerahan ataupun kepanasan.

Kurangnya bukaan dan ventilasi ruang dapat menyebabkan ruangan menjadi panas, dan tidak terjadi pertukaran udara dari dalam ruangan menuju luar ruangan secara maksimal. Inilah sebab utama mengapa sebuah ruangan menjadi sangat panas dan sirkulasi udara tidak dapat berlangsung dengan baik.

Bukaan berupa jendela besar, setidaknya 20% dari luas dinding dapat membuat sirkulasi udara lebih lancar dan efisien. Tapi tidak cukup itu saja, namun ventilasi juga sangat diperlukan untuk mendukung perputaran udara dari dalam dan luar rumah secara lancar dan bergantian.

Selain itu adanya bukaan yang lebar dan saling berhadapan di sebuah ruangan dapat membuat cahaya matahari masuk dan ruangan menjadi terang tanpa perlu menghidupkan lampu di siang hari.

Gunakan cat dinding yang ramah lingkungan. Ciri-ciri cat yang mengandung racun dapat diketahui dari baunya. Cat berbahan dasar minyak biasanya mengandung VOC dan baunya menyengat. Sedangkan cat berbahan dasar air memiliki bau yang tidak terlalu menyengat. Cat seperti ini pastilah rendah kadar VOC-nya. Cermatlah dalam memilih produk cat.

alt text

Ganti juga bahan yang biasanya Anda gunakan untuk perangkat kasur Anda (sprei, sarung bantal, guling dan selimut) dengan yang terbuat dari bahan katun organik atau serat rami dengan pewarna alami. Juga untuk selimut yang sebaiknya menggunakan bahan wol yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan polyester.

Memilih bahan yang tepat juga dapat dilakukan untuk furnitur rangka kasur, kursi, lemari, atau nakas, dengan menghindari penggunaan particle board, tripleks, atau papan serat. Selain tidak tahan lama, bahan-bahan ini juga mengandung racun seperti misalnya formaldehida.

Papan kayu solid akan lebih baik, namun pastikan bahwa bahan kayu yang Anda gunakan berasal dari sumber yang terbarukan yang bukan merupakan hasil perdagangan kayu ilegal. Pelapis lantai juga tidak boleh ketinggalan. Mungkin selama ini Anda tergantung pada karpet pelapis nilon.

Padahal karpet ini mengandung bahan kimia buatan yang mengandung toksin pada serat nilonnya (nilon terbuat dari minyak). Sebagai alternatif, Anda dapat mertimbangkan untuk menggunakan lantai bambu atau kayu. Jika terasa dingin, Anda dapat mengalasinya dengan karpet yang terbuat dari wol, katun organik atau serat alami.

Share this article:

Leave a Reply