PROPERTY INSIDE – Semua mesin penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia tengah bergerak pada zona positif hingga akhir semester I 2017. Hal ini dilaporkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat pada Juli 2017 lalu. Kondisi ini tentu memberi efek positif bagi bisnis properti, khususnya di sektor perkantoran.
Permintaan ruang perkantoran dipastikan akan tumbuh seiring prediski optimis para ekonom akan kemajuan perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun kedepan. Meski diketahui saat 2016 lalu terjadi over supply ruang perkantoran, namun dalam beberapa waktu ketersediaan ini segera terserap pasar.
Kebutuhan ruang kantor, apalagi yang berada di lokasi premium, akan tinggi didorong oleh ketertarikan pasar global untuk berinvestasi di Indonesia. Imbas dari pembangunan infrastruktur yang masif dari pemerintah saat ini jelas akan membawa Foreign Investment berbondong datang.
Perusahaan-perusahaan lokal juga akan ikut bertumbuh. Ditambah lagi perkembangan teknologi digital yang luar biasa, terus menciptakan peluang-peluang baru bagi para entrepreneur. Tentu saja mereka membutuhkan space office yang representatif. Apalagi yang berada di lokasi strategis, akan menjadi incaran banyak perusahaan dan investor.
Hal ini sudah diprediksi jauh hari oleh Ciputra Group dengan menyiapkan satu tower perkantoran di supeblok Ciputra World 2 Jakarta. Menara perkantoran setinggi 47 lantai ini sudah mulai beroperasi sejak Juli 2017 lalu.
Helen Hamzah, Associate Director Ciputra Group, menjelaskan gedung ini memiliki luasan 86.000 sqm. Sebanyak 55 persen dari total luasan tersebut disewakan, sedangkan 45 persen sisanya dijual dengan strata title. Untuk diketahui, strata title space yang ditawarkan Ciputra Group di gedung perkantoran ini telah terjual habis seluruhnya.
“Saat ini kami sedang fokus untuk lease, karena penjualan strata title sudah sold out. Kami fokus mencari anchor tenant yang reputasinya sangat baik. Karena kami berharap anchore tenant bisa menjadi main attraction untuk perusahaan lain menyewa di tempat kami,” jelas Helen.
Seperti di ketahui, Tokopedia, raksasa perusahaan e-Commerce Indonesia, telah berkantor di gedung ini dengan menempati area seluas 18.000 sqm. Karena itu gedung perkantoran ini dinamakan “Tokopedia Tower”.
Lebih lanjut Helen menjelaskan mengenai potensi investasi jangka panjang Tokopedia Tower. Dalam pandangannya beberapa tahun kedepan, nilai sewa dan nilai capital investment di Tokopedia Tower akan naik signifikan mengingat demand perkantoran, khususnya di kawasan central business district, akan tinggi.
“Tidak hanya karena berada di kawasan segitiga emas saja yang membuat Tokopedia Tower bernilai prestise. Gedung perkantoran ini berada di kawasan mix use superblok besar yang terdiri dari apartment, service apartment dan hotel. Dan yang pasti, kawasan ini masih sangat berkembang dimana kami berencana untuk membangun beberapa tower lagi nantinya.”
Tokopedia Tower juga memiliki multiple entrance dan exit menuju Jl. Jend. Sudirman, kawasan Kuningan dan Jl. Jend. Gatot subroto. Tak hanya itu, menara perkantoran ini dibanguan oleh Ciputra Group dengan lahan parkir yang memadai, akses lift VIP dan fasilitas superblok yang terintegrasi.
“Dengan berbagai gain yang menarik itu kami lihat sambutan pasar cukup baik, sejak beroperasi bulan Juli 2017 lalu, sampai akhir tahun ini Tokopedia Tower akan beroprasi kurang lebih 15 lantai atau lebih dari 30 persen dari total occupancy gedung ini,” ungkap Helen.
Setelah menggandeng Tokopedia sebagai anchor tenant terbesar di gedung ini, Ciputra Group sendiri akan menggandeng perusahaan-perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang teknologi (IT) dan industri kreatif untuk berkantor di sini. Ini menjadi bagian kontribusi Ciputra Group untuk mendukung “Program 1000 Starup Nasional” yang sedang digencarkan pemerintah.
“Untuk mendukung program pemerintah tersebut, kami sudah mulai melakukan penjualan untuk unit StartUp Office berukuran mulai dari 24 m2 dengan harga sekitar Rp. 1 Milyar yang dapat di cicil melalui bank. Kami harap hal tersebut dapat membantu menumbuhkan entrepreneur-entrepreneur baru, anak-anak muda kreatif, young generation yang berjiwa pengusaha.,” ujar Helen.








