PROPERTY INSIDE – Salah satu kawasan di Kota Bogor, Jawa Barat yang diminati sebagai area hunian adalah Tajur. Kawasan ini memiliki yang panorama pengunungan, sehingga menjadi area wisata dan juga bisnis yang sangat hidup.
Selain itu, secara geografis Tajur yang masuk dalam Bogor Selatan, tentunya konturnya lebih tinggi dari wilayah Bogor lainnya, sehingga image-nya menjadi kawasan hunian yang prestisius selalu melekat.
Pemerintah Kota Bogor menyiapkan wilayah Selatan sebagai daerah permukiman dengan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) rendah dan ruang terbuka hijau. Bogor Selatan ditetapkan dengan KDB 30% yang mengatur lahan yang boleh dibangun untuk pengembangan perumahan hanya 30% dari total lahan pengembangan.
Baca juga: Merebut Pasar Dengan Brand Image
Hal ini berdampak positif bagi konsumen karena akan lebih banyak taman dan lahan hijau di perumahan yang menjadikan lingkungan menjadi lebih asri dan segar. Mungkin karena itu, tidak banyak pengembang yang membangun perumahan di kawasan ini salah satunya adalah perumahan mewah Royal Tajur (Suryamas Group).
Frans Hartono, Department Head Sales Royal Tajur, mengatakan keterbatasan pasokan hunian di Bogor Selatan menguntungkan perumahan Royal Tajur yang dikembangkan pihaknya dengan luas kawasan mencapai 84 hektar.
Baca juga: Sisihkan THR Rp18 Juta Bisa Dapat Rumah Unik Di Royal Tajur
Menurutnya, posisi Royal Tajur itu strategis karena terletak di koridor komersial Jalan Raya Tajur yang direncanakan oleh Pemerintah Bogor menjadi sub-CBD Kota Bogor dan mempunyai akses ke Jalan Raya Tajur dengan akses 2 gerbang Tol (Gerbang Tol Bogor dan Gerbang Tol Ciawi).
“Serta ditambah lagi akses Tol Bocimi, yang dari arah Sukabumi bisa langsung keluar ke Jalan Raya Tajur. Kami mencoba memaksimalkan pengembangan sisa lahan kami yang makin terbatas ini,” ujarnya melalui keterangan pers.
Baca juga: 2019, Modernland Realty Maksimalkan Potensi
Frans menambahkan, Bogor Selatan sama seperti selatan Jakarta yang menjadi wilayah favorit dan prestisius untuk hunian seperti Pondok Indah, Kemang dan sekitarnya.
Manajemen Royal Tajur pun mengemas produk huniannya yang unik dan berkualitas. Pengembangan rumah konsep resort split level di lahan terasering banyak dikembangkan.
“Ini salah satu keunggulan Royal Tajur karena lahannya yang berkontur dan dilalui sungai kecil. Konsep rumah model ini diminati untuk rumah tinggal maupun kebutuhan wisata,” tegas Frans.
Baca juga: Pollux Properti, Tahun Ini Target Marketing Salesnya Rp1,98 Triliun
Salah satu produk ini adalah hunian di klaster Avebury seharga Rp1,2 miliar yang dikembangkan di lahan seluas 5,5 hektar. Unit rumah ini terdiri dari 2 lantai tipe upslope dan donwslope yang luas bangunannya 72 meter persegi dengan luas tanah 97,5 meter persegi. Menurut Frans, Royal Tajur saat ini fokus pada hunian dua lantai di lahan berkontur.
Di samping itu, Royal Tajur menawarkan beberapa rumah hook 1 lantai ready stock dalam jumlah terbatas dengan luas tanah 148 meter persegi, 218 meter persegi dan 332 meter persegi dengan konsep rumah tumbuh.




