Hindari Pajak, Pengembang di Hongkong Diskon Harga Apartemen Hingga 37%

PROPERTY INSIDE – Pengembang properti di Hong Kong memangkas harga jual rumah-rumah unit kecil untuk menghindari pajak “vacancy tax” pemerintah setempat.

Pajak ini akan menjadi pungutan pada rumah-rumah yang sudah selesai dibangun namun tidak dihuni dan tidak terjual. Pajak yang diusulkan ini memang belum diberlakukan oleh legislatif kota, namun akan berlaku surut setelah disahkan.

Sam Chi-yung, dari Springwaters Financial Securities mengatakan pengembang melakukan pemotongan harga meski mereka akan mengorbankan margin keuntungan pada unit-unit yang tersisa.

Baca juga: Pasar Sewa Di Singapura Tetap Tinggi Meski Ekonomi Lesu

“Mungkin beberapa flat dari proyek tersebut tidak menghasilkan uang,” kata Sam seperti dilansir South China Morning Post, akhir pekan lalu.  Pemotongan harga, lanjut Sam, juga mengindikasikan bahwa developer mempercepat penjualan dalam upaya untuk menurunkan biaya bunga mereka pada pembiayaan.

Tercatat Jiayuan International Group memangkas harga hingga 37,6 persen untuk 300 lebih unit flat pada pengembangan proyek T-Plus, proyek “rumah mikro” yang dikembangkan di Tuen Mun.

Jiayuan International Group mungkin mendapat keuntungan yang tipis atau bahkan mengalami kerugian dalam investasi properti residensial pertamanya di kota itu.

Baca juga: Sadiq Khan: Aturan Sewa Properti Di London Harus Dikontrol Pemerintah

Daftar harga baru yang mereka lansir menghasilkan penjualan sekitar HK$ 1,1 miliar (US$ 140,8 juta). Jiayuan, yang memiliki 70 persen saham di proyek itu, kemungkinan akan menerima sekitar HK$ 770 juta dari penjualan tersebut. Namun, tidak jelas apakah Jiayuan mendapat untung dari proyek tersebut.

Apartemen tersebut ditawarkan dengan kisaran HK$ 13.494 hingga HK$ 20.196/sqm setelah diskon. Harga awal di bawah rata-rata HK$ 13.670/sqm, Jiayuan membayar sahamnya dalam proyek, dengan asumsi ia memiliki 70 persen dari total gross area.

Jiayuan membeli 70,1 persen dari proyek tersebut seharga HK $ 938 juta pada Mei tahun lalu dari investor properti veteran Tang Shing-bor.

Share this news.

Leave a Reply