PROPERTY INSIDE – Program down payment (DP) nol rupiah yang digagas Pemda DKI Jakarta telah memasuki tahap pengajuan permohonan kredit dan pemilihan unit. Sebanyak 1.790 orang pemohon program Solusi Rumah Warga atau Samawa dinyatakan lolos untuk tahap ini.
Para pemohon yang lolos seleksi dan memenuhi syarat, segera diundang untuk melengkapi berkas permohonan pengajuan kredit dan memilih unit di lokasi Rusunami Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Kelik Indriyanto, mengatakan bahwa rumah DP nol rupiah ditargetkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) warga DKI Jakarta yang memenuhi persyaratan.
Baca juga: Kuota Rumah Subsidi Habis, Developer Menangis
“Sesuai Peraturan Gubernur 104/2018, program Samawa, rumah DP nol rupiah ditargetkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, warga DKI Jakarta yang memenuhi persyaratan,” kata Kelik, di Balai Kota DKI, Rabu (24/7).
Program ini menerapkan proses seleksi kepada calon penghuni, untuk memastikan kesesuaian dengan syarat yang ditetapkan sehingga peruntukan fasilitas hunian yang tepat sasaran.
Menurut Kelik, program ini adalah program fasilitasi pembiayaan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengatasi masalah kepemilikan rumah. Melalui program ini, Pemprov menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan dengan skema DP nol rupiah.
Baca juga: Kendala Utama Penerapan Smart City Di Dunia Adalah Birokrasi
“Dengan pemenuhan kebutuhan skema kepemilikan ringan untuk warga DKI Jakarta untuk bisa memiliki tempat tinggal yang layak, diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Kelik.
Pada pendaftaran November 2018 lalu, telah mendaftar sebanyak 2.359 orang dan yang memenuhi kriteria dan akan diproses untuk tahap selanjutnya sebanyak 1.790 orang. Artinya ada 596 pemohon yang tidak lolos proses seleksi dan verifikasi dokumen oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kepala UPT Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera, Dzikran Kurniawan, mengatakan 1.790 orang yang lolos dibagi dalam dua kategori prioritas, yaitu prioritas pertama 899 pendaftar dan prioritas kedua 891 pendaftar.
Baca juga: Rumah Subsidi, Kebutuhan Besar Namun Kuota Habis
Dzikran melanjutkan, proses kredit dengan Bank DKI akan memakan waktu sekitar dua minggu, estimasinya pada pertengahan atau akhir Agustus 2019 warga yang mengajukan kredit dan telah disetujui oleh Bank DKI akan segera diumumkan, dan akan dapat melakukan akad kredit.
Adapun pembangunan fisik oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya tinggal tahap penyelesaian sarana dan prasarana pendukung fasilitas publik, antara lain Wifi, taman, ruang ibadah (musala), ruang terbuka, serta parkir motor dan parkir terbatas mobil (sesuai ketentuan rusunami).
Para pemilik Rusunami Klapa Village ini nantinya akan memperoleh Sertifikat Hak Milik (strata tittle) serta akan akan mencicil dengan bunga fixed 5 persen per tahun selama 15 atau 20 tahun.




