Properti Hong Kong Suram Akibat Krisis Amerika, Perang Dagang & Stabilitas Politik

By 3 August 2019Property News

PROPERTY INSIDE – Properti di Hong Kong terkenal sebagai yang paling mahal di dunia. Sebuah Survei Keterjangkauan Perumahan Internasional Demografia tahun 2018,  mengatakan bahwa Hong Kong adalah kota yang paling tidak terjangkau dari 309 pasar perkotaan yang mencakup Asia, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Namun kini, masa depan pasar properti Hong Kong diprediksi suram. Pandangan suram pada industri properti di kota itu dilatarbelakangi kemungkinan resesi di Amerika dan ketegangan perang dagang antara Amerika dan China.

Head of Research JLL, Denis Ma mengatakan, properti dianggap penting bagi stabilitas keuangan Hong Kong. Sektor real-estate dilacak sebagai indikator kesehatan ekonomi Hong Kong dan sektor perbankan yang lebih luas.

Baca juga: Nilai Sewa Perkantoran Termahal Di Dunia Masih Dipegang Hongkong

Ekonomi A.S. adalah salah satu faktor yang dapat membebani pasar properti Hong Kong. “Jika Anda melihat pasar properti Hong Kong, secara historis, pada dasarnya ketika ekonomi AS terkena flu atau bersin, pasar properti Hong Kong akan masuk angin,” kata Ma seperti dilansir CNBC Kamis (1/8) lalu.

Terlepas dari masalah ekonomi Amerika, Ma juga menyebut, perang dagang negeri Tirai Bambu dan Paman Sam, juga berdampak pada pasar properti Hong Kong.

Mengingat ketidakpastian ekonomi dari pertarungan tarif kedua negara yang sedang berlangsung, pasar leasing komersial dan perkantoran Hong Kong melihat perlambatan permintaan dari Tiongkok.

“Tanpa orang-orang ini mendorong sewa, itu membuat cerita yang lebih sulit bagi investor untuk masuk ke pasar sekarang,” kata Ma.

Baca juga: Hindari Pajak, Pengembang Di Hongkong Diskon Harga Apartemen Hingga 37%

AS dan China telah dikunci dalam perang dagang selama lebih dari setahun. Pembicaraan bilateral tidak menghasilkan tanda-tanda kemajuan yang signifikan. Terlepas dari risiko itu, Ma mengatakan bahwa untuk jangka panjang masih ada peluang membeli properti di Hong Kong.

Pengembang properti yang terdaftar di indeks Hang Seng Hong Kong terpukul minggu ini. Pada hari Rabu (31/8), indeks Hang Seng di sektor Properti turun 3,18%, ditutup pada 40.061,81. Itu menyusul protes akhir pekan di Hong Kong, yang telah mengguncang stabilitas politik selama beberapa minggu terakhir.

Share this news.

Leave a Reply