PROPERTY INSIDE – Pandemi covid-19 mengharuskan pelaku industri properti mengubah strategi pemasaran produk dari pola konvensional ke segmen digital.
Hal ini diyakini ampuh dalam mengantisipasi berkurangnya peluang interaksi secara tatap muka antara tenaga pemasaran properti dengan calon konsumen seiring masih tingginya tingkat penyebaran corona virus.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), Paulus Totok Lusida, dalam pembukaan “Zoom Course REI-BTN: Digital Marketing Tingkatkan Penjualan Properti” yang diadakan secara virtual, Selasa, 27 Oktober 2020 mengatakan, saat ini memang terjadi perubahan yang sangat drastis dalam situasi dan kondisi bisnis.
Baca juga: Rumah Subsidi, Bank Pelaksana FLPP Alami Perubahan Kuota
“Semua pelaku bisnis dipaksa untuk bertransformasi menggunakan platform digital. Kita pun harus mengikuti perubahan itu, terutama mengingat kondisi pandemi akibat corona virus yang terjadi mengurangi interaksi pelaku usaha dengan pangsa pasarnya,” imbuhnya.
Kegiatan selama dua hari yang diikuti sebanyak 200 tenaga pemasaran dan developer Anggota REI se-Indonesia ini digagas oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan REI dan didukung sepenuhnya oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Hal ini sebagai upaya REI untuk mengantisipasi perubahan gaya hidup masyarakat yang sudah memasuki era transformasi digital. “Semoga peserta dapat meningkatkan penjulan setelah ikut pelatihan ini,” ucapnya.
Baca juga: BANK TANAH..? APA ITU..? TANAH GRATIS..? RUMAH GRATIS..? | #NGOPI
Direktur Consumer dan Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Hirwandi Gafar mengatakan, kendati terimbas pandemi covid-19 sejak Maret lalu, namun industri properti masih memperlihatkan pertumbuhan positif.
Hal ini mencerminkan bahwa sektor properti merupakan lokomotif perekonomian nasional yang menggerakkan sedikitnya 175 industri ikutan.
Hirwandi menegaskan, tantangan yang harus dihadapi pada masa pandemi adalah bagaimana sektor properti dapat tumbuh ditengah situasi keterbatasan yang ada.
Baca juga: REVIEW APARTEMEN RASA RUMAH MEVVAH | ELEVEE PENTHOUSES & RESIDENCES
“Dalam berbagai keterbatasan itu, masih terdapat peluang pergerakan sektor perumahan melalui kebijakan stimulus perumahan dan bantuan likuditas pemerintah dalam penyaluran kredit perumahan,” imbuh Hirwandi.
Lebih lanjut Hirwandi mengapresiasi pameran properti virtual yang sudah diselenggarakan DPP REI. “Hal itu merupakan inovasi bisnis yang dilakukan pada masa pandemi ini.
“Kini DPP REI melalui Badan Diklat REI bersama Bank BTN mengharapkan developer tetap dapat produktif dimasa pandemi dengan menggelar pelatihan pemasaran secara digital,” timpalnya lagi.
Baca juga: Sukses Dengan IPEX BTN Virtual, Bukti Bahwa Rumah Adalah Kebutuhan Dasar
Dia menyebutkan, penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 60%. Ini merupakan peluang pasar yang sangat besar untuk menyasar target market properti bagi pengguna internet melalui strategi pemasaran menggunakan kanal digital.
Hal ini diharapkan dapat menjadi terobosan dalam mengatasi problem penjualan properti. Para pelaku usaha properti diharapkan memiliki skill digital marketing untuk penjualan sektor perumahan nasional,” ucap Hirwandi.









