Labuan Bajo, Ditata Bertahap Hingga 2021

By 12 July 2019News

PROPERTY INSIDE – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menata kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam penataannya, Labuan Bajo akan dikemas menjadi destinasi wisata premium yang menarik minat  turis mancanegara. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan target wisatawan ke Labuan Bajo secara bertahap, untuk itu pembenahan infrastruktur yang akan menjadi prioritas.

Pembangunan infrastruktur untuk penataan kawasan wisata Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo sangat penting.

Baca juga: #SaveKomodo, Ramai-Ramai Tolak Komersialisasi Taman Nasional Komodo

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan Kementerian PUPR terus melanjutkan dukungan penyediaan infrastruktur bagi KSPN Labuan Bajo, NTT untuk mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Menurut Menteri Basuki, pembangunan lanjutan untuk penataan kawasan wisata Labuan Bajo akan dilakukan secara bertahap dari tahun 2019-2021.

Lingkup pekerjaan yang akan dilakukan yakni penataan Puncak Waringin, penataan kawasan Kampung Baru, penataan integrasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dengan kawasan wisata kuliner Kampung Ujung.

Baca juga: Dukung Pariwisata Bali, Pemerintah Bangun Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja

Kemudian, peningkatan trotoar dan Jalan Soekarno Hatta, pengembangan kawasan wisata Goa Batu Cermin, serta pengembangan sektor air minum dan sanitasi Labuan Bajo.

Pembangunan Tahap I pada 2019 akan diselesaikan pembangunan Gedung Utama seluas 350 meter persegi setinggi 2 lantai untuk lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck.

Selanjutnya pada tahun 2020 akan dibangun bangunan komersil seluas 525 m2 setinggi 2 lantai, untuk kios lengkap dengan mushala serta toilet dan area tenun.

Baca juga:Bendung Kamijoro, Magnet Baru Wisata di Kulon Progo

Selain itu juga akan dibangun Ruang Terbuka Publik sekitar 1.700 m2 yang dilengkapi dengan ampiteater seluas 267 meter persegi dan area parkir seluas 235 meter persegi.

Penataan lanjutan juga akan dilakukan di salah satu daerah penyangga Labuan Bajo yaitu Kampung Baru dengan pekerjaan pembangunan ruang terbuka publik, toilet wisata, dermaga nelayan, dan Jalan Gertak Bukit Pramuka (460 m).

Sebelumnya pada tahun 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan di 4 lokasi yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

 

Share this news.

Leave a Reply