PROPERTY INSIDE – Fokus garap rumah untuk MBR, SPS Group menjadi garda terdepan pembangunan rumah rakyat. Kecepatan penjualan menjadi jurus jitu SPS Group dalam menjalankan bisnisnya.
PT Sri Pertiwi Rejeki (SPS Group) dikenal sebagai developer spesialis rumah subsidi alias rumah murah. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan pasar yang sangat besar dan merujuk pada angka GDP per kapita, mayoritas penghasilan penduduk Indonesia sebesar 3.700 dollar Amerika/tahun yang artinya bila dibagi per bulan rata-rata Rp3,8 juta.
Asmat Amin, Managing Director SPS Group menjelaskan bahwa dengan angka yang disebutkan di atas artinya rata-rata kemampuan mencicil penduduk Indonesia berkisar Rp1,2 juta-Rp1,3 juta/bulan.
Baca juga: Asmat Amin, Sang Visioner Pengembang Rumah Rakyat
“Ini artinya untuk segmen rumah subsidi dan subsidi plus atau juga disebut dengan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), makanya kita fokus di pasar ini. Rumah murah juga tidak mengenal istilah lesu karena pasarnya yang sangat besar dan merupakan kebutuhan utama,” tegas Asmat.
Hingga kini, SPS Group telah membangun rumah subsidi dibeberapa kawasan seperti di Cikarang, Bekasi, dan telah meluas hingga Karawang, Subang, dan segera menyusul di Purwakarta (semuanya di Jawa Barat). SPS Group juga fokus pengembangan rumah murah di kawasan-kawasan industri yang memiliki basis pasar dari kalangan pekerja industri tersebut.
Grand Vista Cikarang
Alhasil hingga tahun 2018 lalu SPS Group berhasil mengembangkan sebanyak 12 ribu unit rumah dan menariknya selalu melakukan akad kredit masal hingga ribuan unit sekaligus dengan Bank BTN seperti di proyek Grand Cikarang City 2, Grand Vista Cikarang, Vila Kencana Karawang, dan Grand Subang Residence.
SPS Group, Besar Kontribusinya untuk MBR
Tak banyak developer yang fokus seperti SPS Group yang fokus pada segmen rumah subsidi yang ditujukan untuk MBR. Selama 18 tahun SPS Group telah berhasil mensuplai lebih dari 100 ribu unit. Tahun 2017 SPS Group berhasil menjual sebanyak 10 ribu unit dari tiga proyeknya.
Baca juga: Asmat Amin: Pembebasan Lahan Dan Kecepatan Penjualan Jadi Kekuatan SPS Group
Catatan lain menyebutkan bahwa proyek Villa Kencana Cikarang yang luasnya 125 hektar dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melalukan akad kredit masal sebanyak 4 ribu unit rumah.
Pada tahun yang sama, dari Grand Cikarang City (560ha) dan Grand Vista Cikarang (65ha) berhasil menjual sebanyak 10 ribu unit. Kemudian Grand Cikarang City (280ha) sebanyak 2.400 unit dan Grand Vista Cikarang (65ha) sebanyak 4 ribu unit.
Dari rata-rata penjualan 5 ribuan unit/tahun, SPS Group akan menggenjot kapasitas produksinya menjadi rata-rata 10 ribu unit per tahun. Menurut Asmat, salah satu kunci sukses SPS adalah strategi dalam pembebasan lahan.
“ Tidak semua pengembang memiliki kemampuan membebaskan lahan yang bisa dikembangkan untuk rumah subsidi dan itu yang menjadi expertise kami,” tegasnya
Baca juga: Inovasi & Improvisasi Tuti Mugiastuti
Sementara General Manager SPS Group, Tuti Mugiastuti menjelaskan bahwa strategi lainnya yang dilakukan adalah aktif bersinergi dengan berbagai pihak seperti Bank BTN yang menjadi mitra utama terkait pembiayaan perumahan.
Selain itu SPS Group juga menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memperlancar pemasaran rumahnya. Pemasaran kepada berbagai industri yang memiliki karyawan besar juga dilakukan untuk membukukan penjualan borongan (bulk sales).
Selain itu menurut Tuti, kecepatan membangun unit-unit rumah juga menjadi kunci sukses SPS Group karena margin keuntungan yang tipis maka pengembangannya pu harus dilakukan dengan kecepatan yang tinggi untuk memperlancar cashflow perusahaan.
Misalnya, memasarkan 2.500 unit rumah harus bisa dilakukan dalam 1,5-3 bulan sehingga dana yang ada bisa digunakan untuk membeli lahan baru sehingga pengembangan dan belanja tanah bisa berjalan seiring untuk menjamin kontinuitas perusahaan.
Grand Vista Cikarang
Menurut Asmat, kecepatan cashflow akan menopang perjalan SPS Group untuk segera belanja lahan baru terkait pengembangan berikutnya dan rata-rata yang kita lakukan fifty-fifty untuk pengembangan proyek berjalan dan belanja tanah.
Baca juga: Pak Jokowi, Sektor Perumahan Butuh Kementerian Sendiri
“Hingga saat ini landbank yang sudah kita kuasai sekitar 1.000 hektar dan 70 % berada di Cikarang, sisanya di Karawang, Subang, dan Purwakarta,’ tegas Asmat.
Tahun 2019 ini, SPS Group menargetkan penjualan yang lebih tinggi lagi mencapai 15 ribu unit. Jumlah tersebut melalui proyek Grand Cikarang City 2 (280 ha) yang berlokasi sangat dekat dengan koridor Jalan Gatot Subroto, jalan raya utama yang melintas Cikarang-Lemah Abang sekaligus akses ke Stasiun Lemah Abang dan Cikarang.
Pengembangan ribuan rumah sederhana setiap tahun ini juga telah membuat SPS Group meraih banyak pengharagaan yang membuat Asmat kerap disebut sebagai ‘Raja Rumah Subsidi’, penghargaan dari berbagai institusi tersebut seperti dari Bank BTN hingga Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dan sebagainya.




