Permintaan Hunian di Kawasan Penyangga Ibu Kota Baru akan Tinggi

By 29 November 2019Property News

PROPERTY INSIDE – Kebijakan pemerintah memindahkan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur akan meningkatkan pertumbuhan bisnis properti di kawasan tersebut. Demand produk-produk properti untuk investasi maupun untuk end user akan meningkat tajam dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur Operasional PT Cowell Development Tbk, I Gusti Putu Gede Wingara mengatakan bahwa peluang investasi di kawasan-kawasan penyangga ibu kota negara yang baru ini nantinya akan sangat cerah dan potensial.

Demand properti, khususnya hunia di kawasan penyangga ibu kota seperti kota Balikpapan akan sangat bagus ke depannya. Akan ada sentra ekonomi baru yang terbentuk dari perpindahan ibu kota yang jelas berimbas pada kawasan-kawasan penyangganya,” jelas Putu kepada PropertyInside.id beberapa waktu lalu.

Baca juga: Presiden: Visi Jangka Panjang, Ibu Kota Baru Standar Kota Internasional

Kondisi ini, menurut Putu sudah dilihat oleh para investor properti sebagai peluang untuk berinvestasi di Balikpapan. Para investor membidik properti-properti yang potensial mendulang reccuring income dari nilai investasinya.

“Mereka telah melihat potensi yield dari properti yang dibeli saat ini untuk nantinya bakal disewakan, karena permintaan hunian jelas akan masif dalam proses pembangunan dan pemindahaan ibu kota baru di Kalimantan Timur ini.”

Di Balikpapan, PT Cowell Development Tbk sendiri telah memiliki proyek Borneo Paradiso, kawasan hunian yang terintegrasi dengan area komersial seluas 146 ha yang telah dikembangkan sejak tahun 2009 lalu. Kawasan ini cukup strategis karena berdekatan dengan Bandara Sepinggan.

direktur operasional cowell development

Direktur Operasional PT Cowell Development Tbk, I Gusti Putu Gede Wingara.

 

Putu optimis pemindahan ibu kota akan meningkatkan permintaan pasar sehingga Borneo Paradiso perlu menyiapkan produk-produk properti yang sesuai dengan kebutuhan pasar ke depannya.

Selain siap memasok kebutuhan hunian untuk ibu kota baru nanti, perusahaan berkode emiten COWL ini juga telah mulai membangun proyek hunian yang menyasar keluarga muda dan milenial.

“Pasar saat ini membutuhkan hunian yang simple, cozy dan terjangkau. Jadi kami di Borneo Paradiso menyiapkan hunian-hunian dengan range harga di bawah Rp 1 miliar. Pasar ini cukup besar karena menyasar demografi milenial dan pasangan muda.”

Baca juga: Ciputra: Pemindahan Ibukota Tidak Akan Mengurangi Harkat Dan Martabat Jakarta

Di Borneo Paradiso, lanjut Putu, perusahaan telah menyiapkan Residence 18, proyek apartemen low-rise sebanyak 18 tower setinggi 4 lantai. Proyek ini dilengkapi berbagai fasilitas jogging track, children playground, parking dan banyak lagi.

“Selain itu kami juga membangun hunian berkonsep “homepartement” yakni rumah tipe kecil yang dirancang modern minimalis 2 lantai, dengan 2 kamar tidur dan 1 living room, masih di kawasan Borneo Paradiso, di cluster New Richwood. Ini sangat cocok untuk investasi jangka panjang.”

Selain fokus di proyek Borneo Paradiso Balikpapan, tahun 2020 mendatang, PT Cowell Development Tbk juga terus mengembangkan proyek-proyek eksisting di beberapa wilayah Jabodetabek, seperti apartemen Antasari 45, Acacia Tower di kawasan superblok The Oasis Cikarang dan perumahan The Banyan.

Share this news.

Leave a Reply