KSPN Manado-Bitung-Likupang, Ada Waterfront City di Pantai Malalayang

PROPERTY INSIDE – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen dalam memberikan dukungan pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang disebut sebagai 10 “Bali baru”.

Salah satu wilayah yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 adalah KSPN Manado-Bitung-Likupang.  Total anggaran yang digunakan untuk pengembangan KSPN Manado-Bitung-Likupang pada tahun 2020 sebesar Rp 520 miliar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 187 miliar.

Anggaran 2020 salah satunya digunakan untuk pengembangan kawasan wisata Pantai Malalayang di Kota Manado yang berdekatan dengan kawasan Bunaken, Tomohon-Tondano dan Bitung-Lembeh.

Baca juga: Integrasi Fisik, PT MITJ Lalukan Penataan 4 Stasiun Commuterline

Menteri PUPR, Basuki Hadimuldjono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu. Mulai dari penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Penataan Pantai Malalayang didesain sebagai Public Beach Promenade sepanjang 1,2 kilometer dengan mengutamakan peningkatan figurasi ruang publik kota yang membentang tepi pantai, sehingga akan menjadi waterfront city untuk mempercantik wajah kota yang menghadap pantai.

Baca juga: Konsep TOD Terus Dikembangkan Di Citra Maja Raya

Di beberapa titik promenade didesain dengan bangunan landmark yang membuat visual kawasan semakin menarik, seperti cultural space yang merupakan open theatre, beberapa tower dermaga dengan desain bangunan tradisional Manado, kios tower dan dermaga sebagai penanda gerbang kawasan serta koridor hijau/Green Tunnel Corridor yang dikonservasi di sepanjang promenade untuk pengendara mobil dan motor.

Pantai Malalayang berada di tepi jalan Trans Sulawesi, berjarak 21,2 km dari Bandara Sam Ratulangi, 8 km dari pusat Kota Manado dan 66,2 km dari Pantai Paal.

Baca juga: Bali Masih Seksi, Produk Properti Investasi Selalu Diminati

Potensi yang dimiliki Pantai Malalayang, diantaranya adalah keberadaan situs bersejarah Batu Lrana yang merupakan batu bekas dua telapak kaki leluhur Minahasa, yaitu Opo Posumah atau Dotu Kaburoi serta terdapat green tunnel dan panorama pemandangan pantai sepanjang 1,2 km.

Pantai Malalayang sendiri sudah memiliki beberapa landmark eksisting yang juga membutuhkan penanganan pengembangan, yaitu Tugu Bobocha dan Pier Spiritual.

Baca juga: Pemerintah Bangun SDM Melalui Infrastruktur

Pengembangan desain Tugu Bobocha dilakukan untuk mendukung keindahan promenade dan menjadi landmark kawasan yang menarik dengan mengadaptasi kearifan lokal dari bentuk Ikan Raja Laut.

Pengembangan promenade Pantai Malalayang tidak mengesampingkan kebutuhan para pedagang yang sudah ada di kawasan tersebut. Penataan dilakukan Kementerian PUPR dengan pembangunan 48 kios di 2 unit kios tower dan dermaga serta 36 kios di 2 unit warung apung.

Share this news.

Leave a Reply