Puncak Waringin, Creative Hub di Labuan Bajo

By 21 January 2020News

PROPERTY INSIDE – Pemerintah telah menetapkan Labuan Bajo, Nusa Tneggara Timur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Kawasan ini terus ditata dan diharapkan dapat menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium yang menarik minat turis mancanegara.

Salah satu destinasi pariwisata yang tengah disiapkan adalah Puncak Waringin yang terletak sekitar 2-3 kilometer dari Bandara Komodo. “Nanti Puncak Waringin akan menjadi Creative Hub, dimana UKM akan disajikan di sini,” kata Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan kawasan wisata Puncak Waringin Labuan Bajo, Senin (20/1).

Baca juga: Dikemas Sebagai Wisata Premium, Pengembangan Labuan Bajo Terdiri Dari 5 Zona

Puncak Waringin akan menjadi salah satu pilihan lokasi wisata baru di Labuan Bajo. Presiden Jokowi berharap penataan kawasan tersebut juga harus diikuti dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di bidang pariwisata.

“Nanti akan ada training-training yang berkaitan dengan pariwisata, dengan usaha kecil, usaha mikro. Semua memang harus kita injeksi, kita berikan training agar packaging, kemasan brand setiap produk itu naik,” tutur Presiden.

Penataan Puncak Waringin tahap I dilaksanakan pada Juli-Desember 2019 dengan komponen kegiatan terdiri dari Gedung Utama seluas 350 meter persegi yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck.

Baca juga: Bandara Komodo Dikembangkan Dengan KPBU, Target 4 Juta Penumpang

Selanjutnya pada tahun 2020 dilanjutkan pembangunan tahan II dengan komponen kegiatan teridiri dari bangunan komersil seluas 525 meter persegi berfungsi sebagai kios lengkap dengan mushala serta toilet dan area tenun. Kemudian juga akan dibangun Ruang Terbuka Publik yang dilengkapi dengan amphitheater.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuldjono mengatakan, penataan Kawasan Puncak Waringin membutuhkan ketelitian dan detail dengan mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni.

“Puncak Waringin memang belum selesai. Saya lihat memang masih ada beberapa yang perlu di refining. Labuan Bajo akan dijadikan destinasi premium, jadi hasilnya harus artistik betul. Mudah-mudahan bisa diperbaiki pada tahap II,” kata Menteri Basuki.

Baca juga: GNA Group Luncurkan Golden Plaza, Fasilitas Lifestyle Di Golden Stone @Serpong

Menurut Menteri Basuki, unsur seni dan artistik juga harus diterapkan pada seluruh infrastruktur pendukung KSPN Labuan Bajo lainnya. Selain Puncak Waringin, pada tahun 2020 juga dilakukan penataan Goa Batu Cermin.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah menganggarkan Rp 52 miliar untuk menata kawasan Pulau Rinca meliputi bangunan pusat informasi, sentra souvenir, cafe, toilet, kantor pengelola, selfie spot, klinik, gudang, ruang terbuka publik, penginapan untuk peneliti dan pemandu wisata (ranger).

Desain pembangunan area pejalan kaki dan shelter pengunjung berupa elevated untuk mendukung pelestarian habitat komodo. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas dermaga di Pulau Rinca dibangun sarana dan prasarana pengaman pantai dan dermaga Loh Buaya.

Share this news.

Leave a Reply